17 November 2015

Perkembangan Ekspor-Impor Sulsel Oktober 2015



NILAI EKSPOR - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam (kiri), saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar, Senin (16/11). Ia menjelaskan, nilai ekspor Sulsel pada Oktober 2015 mengalami penurunan sebesar 7,27 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor September 2015, dari 120,44 juta dolar AS menjadi 111,69 juta dolar AS. Selama Januari-Oktober 2015, total nilai ekspor Sulsel mencapai 1.197,61 juta dolar AS. Bila dibandingkan periode sama 2014, terjadi penurunan 18,41 persen atau dari 1.467,89 juta dolar AS menjadi 1.197,61 juta dolar AS. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Nilai ekspor Sulsel pada Oktober 2015 mengalami penurunan sebesar 7,27 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor September 2015, dari 120,44 juta dolar AS menjadi 111,69 juta dolar AS.
Selama Januari-Oktober 2015, total nilai ekspor Sulsel mencapai 1.197,61 juta dolar AS. Bila dibandingkan periode sama 2014, terjadi penurunan 18,41 persen atau dari 1.467,89 juta dolar AS menjadi 1.197,61 juta dolar AS.
“Nikel merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar dari Sulsel pada Oktober 2015 dengan nilai sebesar 58,71 juta dolar AS atau 52,56 persen dari total nilai ekspor Sulsel,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar, Senin (16/11).
Ditambahkan, negara tujuan ekspor dengan nilai terbesar pada Oktober 2015 adalah Jepang dengan nilai 63,24 juta dolar AS, atau 56,63 persen dari total nilai ekspor Sulsel. Sementara, nilai impor Sulsel pada Oktober 2015 senilai 72,52 juta dolar AS dolar AS, turun 13,38 persen bila dibandingkan nilai impor September 2015 dengan nilai 83,72 juta dolar AS  dolar AS.
“Selama Januari-Oktober 2015, nilai impor Sulsel mencapai 815,44 juta dolar AS  dolar AS, naik sebesar 18,31 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2014. Mesin-mesin dan pesawat mekanik merupakan komoditas dengan nilai impor terbesar ke Sulsel pada Oktober 2015. Adapun nilainya sebesar 20,04 juta dolar AS atau 27,64 persen dari total nilai impor Sulsel,” papar Nursam.
Sementara itu, negara asal impor dengan nilai terbesar pada Oktober 2015 adalah Tiongkok dengan nilai 32,05 juta dolar AS atau 44,19 persen dari total nilai impor Sulsel. Nilai impor Sulsel pada Oktober 2015 sebesar 72,52 juta dolar AS, terjadi penurunan sebesar 13,38 persen bila dibandingkan dengan nilai impor September 2015. Secara kumulatif (Januari-Oktober 2015), bila dibandingkan nilai impor Januari-Oktober 2014 mengalami peningkatan sebesar 18,31 persen.
Adapun komoditas impor Sulsel pada Oktober 2015 dengan nilai terbesar adalah mesin-mesin dan pesawat mekanik 20,04 juta dolar AS, bahan bakar mineral 18,48 juta dolar AS, ampas atau sisa industri makanan 8,77 juta dolar AS, dan gandum-ganduman 8,22 juta dolar AS.
“Lima negara pemasok utama barang impor ke Sulsel pada Oktober 2015 adalah Tiongkok, Singapura, Brasil, Rusia, dan Malaysia. Besarnya nilai impor dari kelima negara tersebut, masing-masing 32,05 juta dolar AS (Tiongkok), 11,51 juta dolar AS (Singapura), 8,38 juta dolar AS (Brasil), 8,22 juta dolar AS (Rusia), dan 6,29 juta dolar AS (Malaysia). Kelima negara tersebut memasok barang impor dengan nilai sebesar 66,45 juta dolar AS atau 91,63 persen dari total nilai impor Sulsel,” imbuh Nursam.
Dipaparkan, impor Sulsel periode Januari-Oktober 2015 naik 18,31 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Negara dengan nilai impor terbesar selama periode tersebut adalah Singapura 184,44 juta dolar AS, Tiongkok 156,01 juta dolar AS, Rusia 141,29 juta dolar AS, Malaysia 26,02 juta dolar AS, dan Jerman 24,50 juta dolar AS.
Barang impor ke Sulsel pada Oktober 2015 dengan nilai terbesar dibongkar melalui Pelabuhan Makassar dengan nilai 37,37 juta dolar AS atau 51,54 persen terhadap total nilai impor Sulsel, dan juga melalui pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar sebesar 26,09 juta dolar AS.
“Selama Januari-Oktober 2015, impor Sulsel terbesar melalui Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar senilai 310,82 juta dolar AS, disusul Pelabuhan Makassar 217,6 juta dolar AS, dan pelabuhan Balantang Malili 141,75 juta dolar AS,” tutup Nursam.