04 November 2015

Peran Ayah dalam Pertumbuhan Anak

Talkshow “Happy Date with Legendaddy” di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (31/10). Dalam kesempatan tersebut, dosen dan psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Rini Hildayani (kanan), menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang dapat mendukung peran serta ayah dalam pengasuhan, di antaranya dukungan dari lingkungan sekitar serta pengetahuan dan keterampilan ayah perihal pengasuhan anak. BLOGKATAHATIKU/IST 
BLOGKATAHATIKU - Sekadar diketahui, penelitian berjudul The Effects of Father Involvement: An Updated Research Summary of the Evidence, memaparkan lebih lanjut mengenai dampak positif keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Anak yang turut diasuh ayahnya sejak dini memiliki kemampuan kognitif lebih baik ketika memasuki usia enam bulan hingga satu tahun, memiliki nilai intelektual yang lebih tinggi ketika menginjak usia tiga tahun, serta berkembang menjadi anak dan individu yang mampu memecahkan permasalahan dengan lebih baik.
Dosen dan psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Rini Hildayani, menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang dapat mendukung peran serta ayah dalam pengasuhan, di antaranya dukungan dari lingkungan sekitar serta pengetahuan dan keterampilan ayah perihal pengasuhan anak.
“Sayangnya, saat ini masih ada ibu yang belum bisa memberikan kepercayaan pengasuhan anak kepada ayah, sehingga ayah pun tidak terpacu untuk terlibat lebih jauh dalam pengasuhan si Kecil,” bebernya.
Turut berbagi cerita mengenai pengalamannya sebagai seorang ayah, Oka Antara, seorang aktor yang juga merupakan “legendaddy” dari dua putra dan satu putri ini, mengatakan, jam kerja yang tidak menentu terkadang membuat ia sulit menghabiskan waktu berkualitas dengan ketiga buah hati. Untuk itu, terkadang ia membawa anak-anak ke lokasi syuting agar mereka dapat melihat pekerjaan yang dilakukannya, sekaligus menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka.
“Ketika harus bekerja namun tidak bisa mengajak mereka, saya selalu berusaha memberikan kabar dari waktu ke waktu. Kedekatan yang terbangun ini, membuat mereka mendukung pekerjaan saya. Mereka bahkan mengatakan selalu semangat menantikan penampilan saya di televisi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Oka mengatakan, komunikasi dengan pasangan juga merupakan kunci untuk dapat memberikan perhatian seimbang kepada buah hati. “Saya sangat merasakan betapa dukungan istri begitu berpengaruh terhadap kedekatan saya dengan anak-anak. Berkat kepercayaan istri yang membiarkan saya untuk sesekali membawa mereka ke lokasi syuting, saya dapat menghabiskan semakin banyak waktu berkualitas dengan anak-anak,” imbuhnya.
Senada Oka, Rini memaparkan, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak tidak hanya akan membangun ikatan emosi antara ayah dengan anak-anak, namun juga dengan pasangannya. “Pasangan dengan ikatan emosi yang kuat, dapat menjalin komunikasi yang lebih terbuka sehingga mampu memberikan perhatian yang optimal kepada si Kecil,” urainya.
Menurutnya, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan agar ayah dan ibu dapat berbagi peran yang seimbang dalam mengasuh anak, yaitu komunikasi antara ayah dan ibu harus memiliki kesepakatan bersama mengenai pola pengasuhan yang seimbang,  saling mendukung, perasaan nyaman dan aman dalam diri si Kecil hanya bisa terbentuk di bawah pengasuhan kedua orang tua yang saling mendukung dan komitmen di tengah kesibukannya masing-masing. Orang tua juga harus dapat saling mengingatkan agar kedua hal yang telah disebutkan dilakukan secara konsisten.
Selain ikatan emosional yang baik dengan ayah dan ibu, asupan nutrisi yang baik, termasuk nutrisi perlindungan untuk menjaga imunitas, berperan penting dalam tumbuh kembang optimal anak. Faktanya, 80 persen  sistem imunitas tubuh berada dalam saluran cerna, dan saluran cerna yang baik akan meningkatkan penyerapan nutrisi.
“Keterlibatan orang tua yang seimbang dalam pengasuhan anak serta asupan nutrisi seimbang untuk kesehatan saluran cerna dapat membuat anak menjadi lebih aktif dan tidak mudah sakit. Pada akhirnya, kesemua faktor tersebut dapat mendukung si Kecil untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Happy Tummy, Happy Kids,” tutup Nur Shilla Christianto.