21 November 2015

Pemkot Makassar Optimalkan UMKM Berbasis Lorong

UMKM - Seorang pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tengah memamerkan produknya dalam suatu kegiatan pameran di Makassar belum lama ini. Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Makassar, terus melakukan inovasi dalam upaya meningkatkan UMKM di Makassar, yang kini didedikasikan lewat program berbasis lorong. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
Kelola Limbah Rumah Tangga
Pemkot Makassar Optimalkan UMKM Berbasis Lorong

BLOGKATHATIKU - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Makassar, terus melakukan inovasi dalam upaya meningkatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)  di Makassar, yang kini didedikasikan lewat program berbasis lorong.
Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Daerah Kota Makassar, Ibrahim Saleh, selepas membuka secara resmi bimbingan teknik pengelolaan limbah rumah tangga untuk UMKM yang diikuti 90 peserta perwakilan UMKM se-Kota Makassar di Hotel Dinasty, Jalan Lombok, Makassar, beberapa waktu lalu. “Kegiatan ini untuk menggali potensi rumah tangga warga Makassar, di mana limbah dikelola sehingga bisa bernilai rupiah,” tuturnya.
Selain itu, efek positif lain yang dapat dirasakan masyarakat berkat progam ini, yakni implementasi program Makassarta Tidak Rantasa (MTR). “Satu kali gerak, beberapa tujuan dapat tercapai,” tambahnya.
Menurutnya, program bimbingan ini pun lebih ditujukan untuk ibu rumah tangga (IRT) yang bermukim di lorong, yang sebagian besar kurang produktif sehingga bisa lebih produktif. “Program ini memperlihatkan potensi yang ada di rumah tangga, memberikan kesiapan sumber daya, dan membuka pola pikir bagi mereka,” lanjutnya.
Namun, kesuksesan program ini tentu perlu ditunjang kreativitas masyarakat untuk membaca persoalan dan kebutuhan pasar. “Intinya, ditumbuhkan dulu keinginan berusaha, dilanjutkan persiapan sumber daya, kesiapan bahan baku, dan terakhir menyiapkan pemasarannya,” ungkap Ibrahim.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Gani Sirman, mengungkapkan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar selain memberikan kesiapan sumber daya manusia (SDM), juga mencarikan peluang bagi mereka untuk mendapatkan bantuan permodalan. “Untuk bantuan permodalan diupayakan menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan yang memiliki nilai bunga relatif rendah, ataupun bank yang memiliki program dana berugulir,” ujarnya.
Selain itu, treatment yang akan diterapkan yakni mewajibkan kepada seluruh perhotelan yang ada di Makassar untuk menyiapkan galeri yang akan menjadi tempat bagi UMKM Kota Makassar memasarkan hasil kreativitas mereka. “Selain di hotel, juga akan ditempatkan di bandara dan kantor balaikota,” tuturnya.
Menurut Gani, kerja sama dengan beberapa provinsi pun telah dilakukan, salah satunya dengan Sidoarjo. “Dilakukan pertukaran hasil UMKM, sehingga pemasaran lebih meluas,” ungkapnya.
Langkah lainnya yang dilakukan guna meningkatkan UMKM, yakni dengan bekerja sama dengan pengusaha besar dalam hal pemasaran. “Beberapa produk UMKM, telah mampu menembus pasaran, di antaranya minuman coklat dan jahe binaan Koperasi Bambapuang, serta perajin kursi rotan,” bebernya.
Gani menjelaskan, kali ini pihaknya lebih banyak menyentuh lorong karena pelaku usaha ternyata banyak di lorong tetapi tidak kelihatan. “Yang berjualan di poros jalan, ternyata banyak yang mengambil dari lorong,” tandasnya.