28 November 2015

Pelindo IV Bakal Luncurkan Direct Call Makassar-Hongkong

LOGISTIK MURAH - PT Pelindo IV terus berupaya mewujudkan biaya logistik murah, baik domestik maupun mancanegara, dengan menggagas kerja sama pembukaan jalur baru pengiriman logistik langsung atau “Direct Call” pada 5 Desember mendatang. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - PT Pelindo IV terus berupaya mewujudkan biaya logistik murah, baik domestik maupun mancanegara, dengan menggagas kerja sama pembukaan jalur baru pengiriman logistik langsung atau “Direct Call” pada 5 Desember mendatang. Pelayaran tersebut dicanangkan dari Pelabuhan Makassar melalui terminal peti kemas Makassar ke terminal peti kemas Hongkong, dengan menggandeng pelayaran internasional di bawah bendera SITC Container Lines Co Ltd.
Pelayaran ini merupakan pelayaran perdana yang dipastikan rutin dilakukan seminggu sekali. Jalurnya dimulai dari Makassar-Jakarta-Bintulu-Manila-Batangas-Hongkong-Shekou-Manila-Manila-Cebu.
General Manger Terminal Peti Kemas Makassar, M Basir, mengatakan, Direct Call menjadi solusi dalam memangkas tingginya biaya logistik, karena akan menghilangkan double handling yang selama ini harus melalui Surabaya dan Jakarta, sebelum akhirnya diekspor ke negara tujuan, termasuk Hongkong.
Ditambahkan, jika biaya logistik tidak terpangkas, dipastikan akan mempengaruhi nilai kompetitif dari harga barang ekspor. Bahkan, barang-barang ekspor akan kalah bersaing di luar negeri dari sisi harga terhadap negara lain lantaran adanya “additional cost”.
“Biaya logistik ke kawasan timur Indonesia (KTI) cukup mahal, karena belum terbukanya konektivitas daerah dan negara yang dari dan ke Makassar. Selama ini, semua hasil ekspor Sulsel tercatat di Pelabuhan Surabaya meskipun itu komoditi Sulsel. Dari sisi biaya, rata-rata dihabiskan 140 dolar AS per teus per kontainer,” terang Basir saat menggelar jumpa pers di kantornya belum lama ini.
Dijelaskan, penerapan Direct Call dapat mengurangi biaya logistik hingga 120 dolar AS per kontainer, sehingga hasil ekspor bisa bersaing di luar negeri. Tidak hanya itu, pencatatan ekspor Sulsel akan semakin tinggi, termasuk efek pendapatan pajak akan lebih banyak masuk ke daerah, yang sejak 11 tahun diambil alih Pelabuhan Surabaya dan Jakarta.
Basir merinci, saat ini Terminal Peti Kemas Makassar (TPM) mengelola kontainer untuk ekspor per bulannya mencapai dua ribu teus hingga 2.500 teus. Sementara, untuk bongkar muat domestik mencapai 1.200 teus dengan jumlah per bulannya 600 call hingga 800 call dengan total seluruh bongkar muat ekspor, maupun impor sebanyak 45 ribu teus hingga 50 ribu teus. Adapun kunjungan kapal ke pelabuhan TPM mencapai 100 call hingga 120 call. Dari jumlah tersebut, TPM menargetkan kelolaan dana Rp 380 miliar.
Kerja sama ini dapat terwujud atas dukungan dan komitmen seluruh stakeholder, termasuk keinginan besar perusahaan pelayaran Hongkong membuka akses ke Makassar dengan kompensasi muatan balik yang diberikan sekitar 150 teus sekali datang. Selain itu, ini komitmen dalam memberikan layanan. Untuk memaksimalkan layanan, telah disiapkan peralatan di TPM, yakni dua alat transtainer baru akan diuji coba (comisioning) pada 3 Desember nanti, dan disiapkan pula tujuh kontainer crane dengan ketersediaan total 18 unit transtainer,” paparnya.