06 November 2015

Omset Pushcart Raup Rp 15 Juta Sehari

PUSHCART - Pemilik outlet Ridho Accessories di Mal Panakukang (MP), Supiati (kanan), saat melayani seorang pembeli. Meskipun termasuk kategori pushcart, tetapi omset yang diperoleh terbilang lumayan besar, di mana ia setiap bulan rata-rata dapat meraup Rp 15 juta untuk setiap outletnya. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Beragam pelaku usaha menengah mencoba peruntungannya di lokasi mal. Ada outlet makanan, minuman, aksesoris, media massa, fashion, hingga usaha hiburan seperti sulap dan body painting. Kebanyakan pelaku usaha tersebut, membuka usaha pushcart di mal lantaran melihat prospek potensial di segmen bisnis ini. Selain itu, kebutuhan masyarakat metropolitan yang konsumtif, kebanyakan berbelanja ke pusat perbelanjaan modern yang lazim disebut mal.
Pemilik outlet Ridho Accessories di Mal Panakukang (MP), Supiati, membuka usaha di mal sejak 2010. Usaha pushcart yang dirintisnya dimulai dengan menjual aksesoris pria, seperti gelang, kalung, cincin, dan lain-lain. Semakin lama usaha yang dikelolanya terus berkembang, sekarang juga sudah menjual aneka aksesoris wanita. Seiring berkembangnya usahanya, alumni Universitas Negeri (UNM) Makassar ini memperlebar usahanya. Kini sudah memiliki tiga outlet di MP dan satu di Karebosi Link. Semua usaha tersebut mengandalkan produk aksesoris sebagai bahan jualan.
Harga yang ditawarkan untuk produk yang dijualnya terbilang sangat murah, mulai Rp 7.500-Rp 160 ribu. Meskipun termasuk kategori pushcart, tetapi omset yang didapat sudah terbilang lumayan besar. Menurut Supiati, setiap bulan rata-rata dapat meraup Rp 15 juta untuk setiap outletnya.
Terkait harga sewa tenant, Supiati menjawab cukup beragam, tergantung lokasi dan luas area yang ditempati. Untuk outlet miliknya di MP, yang berlokasi di lantai satu depan tenant Cross, harganya Rp 4,6 juta sebulan. Sedangkan outletnya yang berada di depan tenant Point Break harga sewanya Rp 6,8 juta per bulan. Yang lebih murah harga sewanya adalah di depan Panakkukang XXI, yaitu Rp 2,2 juta untuk sebulan.
Meskipun beberapa outlet harga sewanya sedikit lebih mahal dibandingkan yang lain, tetapi menurutnya sudah cukup “fair” dengan strategis lokasi dan tingkat kunjungan setiap harinya dari masing-masing outlet tersebut.