21 November 2015

Oktober 2015, Sulsel Alami Deflasi

DEFLASI - Sulsel mengalami deflasi pada Oktober 2015 sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120.96. Dari lima kota IHK di Sulsel, semuanya mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Bulukumba sebesar 1,03 persen dengan IHK 126,63, dan terendah di Watampone, yaitu 0,02 persen dengan IHK 117,68. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Sulsel mengalami deflasi pada Oktober 2015 sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120.96. Dari lima kota IHK di Sulsel, semuanya mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Bulukumba sebesar 1,03 persen dengan IHK 126,63, dan terendah di Watampone, yaitu 0,02 persen dengan IHK 117,68.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, mengatakan, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan turunnya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,56 persen, sementara enam kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi.
“Dari semua kota di Sulsel, ada lima kota mengalami deflasi, Makassar, Parepare, Palopo, Watampone, dan Bulukumba. Deflasi di Sulsel mencapai 0,08 persen, atau terjadi IHK dari 121,06 pada September 2015 menjadi 120,96 pada Oktober 2015,” ujarnya dalam siaran pers terkait Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar, Senin (16/11).
Diungkapkan, ada beberapa komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada Oktober 2015, yaitu cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga (RT), tempe, ayam hidup, tarif listrik, bensin, dan telur ayam ras.
Dari 82 kota IHK nasional, sebut Nursam, ada 44 kota yang mengalami deflasi, sementara kota lainnya mengalami deflasi. Perubahan IHK untuk Kota Makassar terjadi deflasi sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 121,38.