06 November 2015

Mentan Bawa 32 Investor Asing Berinvestasi di Sulsel

INVESTOR ASING - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman (dua dari kiri), saat diabadikan belum lama ini. Amran mengajak 32 investor asing untuk berkomitmen berinvestasi guna memajukan produksi pertanian yang dapat menopang kebutuhan pangan nasional. Di Sulsel sendiri, ada 10 kabupaten yang masuk dalam skala prioritas komitmen kerja sama. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Potensi pertanian masih menjadi magnet besar bagi investor dan menjadi kabar baik untuk sektor industri di Sulsel. Pasalnya, sejumlah investor akan menanamkan modalnya di Sulsel, khususnya untuk komoditi jagung, gula, dan peternakan sapi.
Hal inilah yang mendorong Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak 32 investor asing untuk berkomitmen berinvestasi guna memajukan produksi pertanian yang dapat menopang kebutuhan pangan nasional. Di Sulsel sendiri, ada 10 kabupaten yang masuk dalam skala prioritas komitmen kerja sama. Ini diwujudkan melalui penandatangan nota kesepahaman di Hotel Novotel Grand Shayla, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Senin (24/10).
Amran memaparkan, pihaknya akan terus melakukan terobosan baru untuk membangun dan mensejahterahkan masyarakat dengan memenuhi pangan tanpa impor melalui peningkatan produksi pangan.
“Untuk menggenjot agribisnis di tiga jenis pangan ini, kami sudah menghitung investasinya hingga Rp 113,1 triliun, dengan total lahan 2,2 juta hektare. Dari ketiga jenis pangan tersebut, gula merupakan salah satu komoditas yang harus digenjot nilai tambahnya. Khusus pembangunan industri gula, investasi yang diperlukan mencapai Rp 95 triliun. Dengan posisi lahan sekitar 450 ribu hektare saat ini, hanya mampu menyuplai dua juta ton gula. Sementara, kebutuhan gula secara nasional hingga lima juta ton per tahun,” paparnya dalam kegiatan bertajuk “Temu Bisnis Investor Agribisnis”.
Ditambahkan, investasi Rp 95 triliun tersebut termasuk upaya penyediaan lahan hingga dua juta hektare yang sampai 2019 bisa memproduksi empat juta ton. Khusus di Sulsel, ditargetkan harus ada penambahan 50 ribu hektare lahan dari yang tersedia saat ini 13.500 hektare.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan, dengan tiga pabrik yang ada di Sulsel, cuma mampu mengolah 28 ribu ton per tahun. “Makanya, kami butuh pabrik berkapasitas 90 ribu ton. Sehingga, Sulsel bisa menyumbang 120 ribu ton gula di tingkat nasional,” imbaunya.
Menurut gubernur dua periode ini, upaya menggenjot tiga komoditas pangan ini adalah langkah yang strategis, karena merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat. Untuk itu, ia menegaskan pentingnya program yang strategis dalam meningkatkan jumlah produksi komoditas tadi. Selain itu, implementasi program dapat membuka lapangan kerja yang lebih luas, dan secara otomatis akan mengurangi pengangguran.