10 November 2015

Menjelajahi Sejuta Pesona Gili Trawangan

GILI TRAWANGAN - Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan di Pulau Lombok  adalah Gili Trawangan. Pulau ini yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau “Gili” yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya Gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Mengunjungi Pulau Lombok, jangan lupa mampir ke Gili Trawangan. Pesona pantai dengan pemandangan alam dan bawah lautnya, menjadikan daerah ini sebagai salah satu tempat wisata favorit wisatawan dalam dan luar negeri.
Selain Bali, Lombok saat ini juga sudah menjadi salah satu ikon wisata terbaik di Indonesia. Pasalnya, mulai keindahan alam hingga keramahan suku Sasak yang merupakan suku asli di sana, membuat Lombok banyak dikunjungi wisawatan lokal maupun mancanegara.
Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan di pulau ini adalah Gili Trawangan. Pulau ini yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau “Gili” yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya Gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut. Dengan panjang tiga kilometer dan lebar dua kilometer, Trawangan memiliki fasilitas paling beragam untuk wisatawan. Penulis berkesempatan mengunjungi pulau ini beberapa waktu lalu.
Saat menginjakkan kaki ke Gili Trawangan, wisatawan akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah. Pantai dan pemandangan alamnya membuat wisatawan bakal tergila-gila dan sulit melupakannya, apalagi ketika harus angkat kaki meninggalkan pula tersebut. Banyak aktivitas bisa dilakukan sehari penuh, mulai berjemur badan di pinggir pantai, snorkeling, scub diving, parasut yang ditarik speed boat (perahu motor), hingga berselancar.
Wisatawan akan menemui fasilitas-fasilitas berstandar internasional di Gili Trawangan. Karena itulah, Gili yang satu ini sangat terkenal di kalangan wisatawan mancanegara. Pelayanan di sana disesuaikan kebutuhan wisatawan mancanegara.
Gili Trawangan menghadirkan berbagai pemandangan bawah laut dan pemandangan alam yang sangat luar biasa. Keistimewaannya adalah memiliki iklim yang berbeda. Bahkan ketika di Bali sedang hujan, di Gili Trawangan pengunjung tidak mendapati hujan. Banyak sekali spot bawah laut yang wajib diselami, seperti shark point, jack point, coral fan garden, halik reef, trawangan slope, bounty reef, dan masih banyak yang lain. Di sini juga terdapat jasa penyewaan alat diving, yang tentunya sudah berlisensi internasional.
Bagi yang tidak bisa menyelam dan ingin melihat pemandangan indah di Gili Trawangan, dapat menyewa glass bootom boat. Di Gili Trawangan ini juga ada turtle conservation, yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Gili Trawangan. Penyu yang masih kecil ini, akan dibesarkan dan dilepas di laut untuk berkembang biak secara alami.
Selain wisata bahari bawah laut yang eksotis, wisatawan juga bisa menikmati keindahan sunset sore hari dengan mengunjungi Sunset View. Sunset View merupakan tempat yang berada di barat Gili Trawangan, cocok sekali untuk melihat matahari tenggelam. Di sore hari, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Bagi yang ingin menikmati matahari tenggelam sambil bersantai dengan menikmati alunan musik, bisa mengunjungi kafe-kafe yang berada di bibir pantai.
Namanya saja pulau, aktivitas paling favorit di Gili Trawangan pasti berhubungan dengan pantai. Berenang dan snorkeling merupakan kegiatan yang paling digemari di Gili Trawangan. Dengan pemandangan bawah laut yang indah dan dihuni ikan-ikan kecil yang lucu dan cantik, selalu menjadi teman wisatawan saat berenang maupun snorkeling. Saat berenang, sebaiknya membawa roti untuk diberikan kepada ikan-ikan kecil, sehingga akan diikuti ikan-ikan tersebut.
Kegiatan yang juga sangat digemari wisatawan saat ke Gili Trawangan adalah diving. Itu karena pulau ini merupakan tempat pertemuan arus dari laut selatan Indonesia dan utara, sehingga Gili Trawangan dihuni plangton-plangton kecil yang merupakan makanan pokok ikan dan karang. Itu membuat pemandangan bawah laut di Gili Trawangan sangat indah. Jet ski, parasailing, dan glass bottom boat juga ada di Gili Trawangan. Masih banyak lagi aktivitas yang berhubungan dengan pantai yang bisa dilakukan, sehingga traveler tidak pernah merasa jenuh.

Naik Sepeda dan “Night Party”

Sejak dibuka pada 1988 untuk wisatawan, kendaraan bermotor dilarang masuk di Gili Trawangan. Sebab, pulaunya kecil dan diperkirakan bisa menimbulkan polusi, sehingga menganggu turis yang berlibur. Buat jalan-jalan keliling pulau, wisatawan bisa jalan kaki sambil menikmati pemandangan yang ada di pantai. Juga sambil menyaksikan semua aktivitas di sana secara lebih dekat. Karena pulaunya tidak terlalu besar, wisatawan bisa mengelilingi pulau dalam waktu beberapa jam saja. Lelah sedikit tidak mengapa, mumpung berada di tempat yang sangat indah tersebut.
Bagi yang malas jalan kaki, alternatif yang dapat dilakukan adalah menyewa sepeda bertarif Rp 15 ribu per jam atau Rp 50 ribu sehari penuh. Di sini juga ada alat transportasi khas Gili, Cidomo, kereta berbentuk unik yang ditarik kuda. Nikmati pantai yang mempesona dan udara bersih yang bebas dari polusi kendaraan bermotor. Kalau mau, juga bisa singgah di pulau-pulau sekitar Gili Trawangan menggunakan perahu.
Yang tidak boleh dilewatkan saat berada di Gili Trawangan adalah menikmati kehidupan malam di Central. Jejeran bar dan hingar bingar musik siap menyulap wisata malam traveler menjadi meriah. Central atau biasa disebut Pasar Seni di Gili Trawangan, mulai ramai saat senja datang dan matahari siap kembali ke peraduan. Berbagai bar dan tempat makan lain pun mulai membuka pintunya untuk para pelancong.
Pasar Seni di Gili Trawangan berbentuk seperti jalan besar menghadap ke pantai, dengan kios dan bar di kanan kirinya. Waktu paling asyik untuk datang ke Central adalah malam hari sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu, seluruh bar dan toko di sepanjang pasar seni ini sudah buka, dan ramai dikunjungi turis maupun penduduk asli Gili Trawangan. Biasanya, turis yang memenuhi pasar seni ini adalah turis mancanegara.
Saat berkunjung ke Central, wisatawan langsung disambut dengan hingar bingar musik dari berbagai bar di dalamnya. Hampir seluruh musik yang dimainkan dipasang dengan volume sangat besar. Berjalan sambil menggoyangkan badan membuat Central begitu menyatu dengan pelancong. Selain bar, traveler  juga bisa masuk ke kafe-kafe yang berjejer rapi di sepanjang jalan Central. Tinggal pilih, ingin kafe yang menghadap pantai atau tidak. Untuk cafe yang tidak menghadap pantai, biasanya menyediakan panggung.
Menu yang disajikan juga bervariasi, mulai sajian internasional seperti steak hingga makanan lokal seperti gado-gado ada di tempat ini. Cara penyajian juga beragam, untuk yang senang seafood, bisa memilih langsung jenis ikan yang diinginkan. Bahkan, turis juga bisa melihat langsung cara pengolahannya hingga jadi makanan lezat. Sebagai hidangan penutup, memilih es krim gelato terasa sempurna. Cukup membayar Rp 15 ribu per scoop, sudah bisa menikmati lezatnya es krim gelato.
Setelah perut kenyang, kini saatnya belanja oleh-oleh. Central tidak hanya dipenuhi bar dan cafe, tetapi juga jejeran kios penjual cenderamata. Di sana, turis bisa membeli aneka cenderamata khas Lombok, seperti kain tenun dan kain songket Lombok. Pelancong yang ingin membeli barang di tempat kios Central harus pandai-pandai menawar. Harga yang dipatok kios cenderamata Central cukup tinggi, bisa tiga kali lipat dari harga jual di Mataram.