11 November 2015

Melahirkan Pengusaha Muda

WIRAUSAHA - Dewasa ini, ada satu hal menarik yang terjadi di dunia bisnis. Fenomena tersebut adalah semakin berkembangnya iklim dan semangat pemuda untuk menjadi wirausaha. Salah satu bukti nyata, dapat dilihat dari maraknya berbagai kegiatan terkait dunia usaha seperti lokakarya di lingkungan pemuda. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Dewasa ini, ada satu hal menarik yang terjadi di dunia bisnis. Fenomena tersebut adalah semakin berkembangnya iklim dan semangat pemuda untuk menjadi wirausaha. Salah satu bukti nyata, dapat dilihat dari maraknya berbagai kegiatan terkait dunia usaha seperti lokakarya di lingkungan pemuda.
Tak terhitung, program simulasi bisnis (simbis), ide bisnis kreatif, marketing, hingga dana hibah untuk memulai suatu bisnis, terus bergulir dan mendapat sokongan berbagai pihak. Lantas, bagaimanakah seharusnya calon wirausaha muda menyikapi  fenomena-fenomena tersebut?
Secara umum, pemuda merupakan sosok yang penuh dinamika. Pemuda merupakan individu-individu yang bakal menjadi para wirausaha muda. Dengan segenap pengetahuannya ditambah ide-ide “liar” dan keberanian khas pemuda, merupakan modal awal yang telah dimiliki untuk menjadi pengusaha.
Memang tidak bisa dipungkiri, telah cukup banyak lahir wirausaha muda. Sayangnya, jumlah ini masih sangat kecil jika dipersentasekan secara parsial dengan pengusaha mapan. Melihat realita ini, sudah sepatutnya pemuda diberikan perhatian lebih terkait pertumbuhan jumlah wirausaha muda di Indonesia. Di sinilah peran penting pemerintah dalam menstimulus agar jiwa-jiwa entrepreneur kaum muda dapat tumbuh, sehingga tidak lagi menjadi “kuli” di negeri sendiri. Pemuda seharusnya tidak lagi mencari pekerjaan pasca lulus kuliah misalnya, tetapi justru merekalah yang menyediakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat luas.
Salah satu cara paling efektif jika pemuda masih berstatus mahasiswa adalah menyediakan kurikulum khusus terkait entrepreneur. Kurikulum ini dapat dijadikan kurikulum wajib universitas, sehingga kurikulum harus diambil para mahasiswa lintas fakultas tanpa memandang mahasiswa dari jurusan apapun.
Adakan program pembimbingan yang berkesinambungan. Sebagai orang awam yang terjun di dunia bisnis, pemuda tentu belum cukup banyak merasakan asam-garam dunia bisnis. Di sinilah letak pentingnya bimbingan dari berbagai pakar dan praktisi untuk menjadi mentor bagi pemuda, sehingga bisnis yang ditekuni mereka dapat berjalan tanpa terputus di tengah jalan.
Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghasilkan para wirausaha muda. Mengingat angka pengangguran dan kemiskinan yang masih begitu tinggi, kehadiran para pengusaha baru dapat menjadi oase kehidupan dan solusi bagi berbagai permasalahan sosial bangsa ini.