17 November 2015

Luwu Target PAD Sektor Pariwisata Rp 100 Juta

LUWU EXPO 2015 - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Luwu, Luther Bija (dua dari kiri), saat menggelar konferensi pers terkait Luwu Expo 2015 di Coffee Lovers, Jalan Hertasning, Makassar, beberapa waktu lalu. Menurutnya, melalui kegiatan ekspo, pihaknya ingin mengenalkan destinasi pariwisata yang ada di Luwu kepada masyarakat. BLOGKATAHATIKU/IST  
BLOGKATAHATIKU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, Sulsel, menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif meningkat 400 persen pada tahun ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Luwu, Luther Bija, saat menggelar konferensi pers terkait Luwu Expo 2015 di Coffee Lovers, Jalan Hertasning, Makassar, beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, PAD yang berhasil diraup tahun lalu dari sektor pariwisata Rp 20 juta. “Artinya, tahun ini kontribusi ditargetkan meningkat hingga Rp 100 juta. Memang kecil, lantaran banyak potensi pariwisata yang tidak terjual. Namun, tahun ini kami berharap PAD sektor pariwisata bisa meningkat,” harapnya.
Memasuki hari jadinya yang kesembilan, Kabupaten Luwu menyiapkan beragam strategi untuk menarik wisatawan dan investasi. Kabupaten yang terbilang masih muda ini, menggelar Luwu Expo 2015 selama seminggu pada 11-17 Februari lalu di Lapangan Andi Djemma, Belopa, Luwu. Acara diisi berbagai festival seni, seperti musik, tari-tarian, serta kegiatan lainnya.
Selain itu, Pemkab Luwu juga mengenalkan komoditas kopi andalan yang diklaim tak kalah dibandingkan kopi Luwak. “Kopi kami namanya kopi Bisang. Kopi jenis ini banyak tumbuh di lereng Gunung Latimojong, tepatnya di Desa Tibussang, Kecamatan Latimojong. Sayangnya, kopi ini belum belum terekspos,” akunya.
Sementara itu, Project Manager Sol Do Mi Production selaku event organizer (EO) acara, Anny Marimbunna Pakata, menambahkan, kegiatan ekspo perdana di Luwu tersebut, selain sebagai rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) kesembilan Luwu, juga bertujuan untuk mendongkrak devisa pariwisata Luwu.
“Untuk memaksimalkan kegiatan ini, kami menghadirkan suasana unik dan berbeda, dengan mendatangkan musisi dan budayawan, seperti Gilang Ramadhan yang merupakan penabuh drum ternama Indonesia dan Zaenal Beta yang merupakan pelukis tanah liat asal Sulsel, serta masih banyak aktivitas menarik lain yang disajikan bagi pengunjung,” paparnya.