24 November 2015

Langgur Keindahan Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia



PANTAI NGURBLOAT - Pantai Ngurbloat yang berjarak 17 kilometer dari Langgur, Ibu Kota Maluku Tenggara, tepatnya di Desa Ngilngof, dapat ditempuh 15 menit berkendara dari Bandara Dumatubun ke arah Barat. Nama Pantai Ngurbloat dalam bahasa Kei artinya “Pasir Panjang”. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Pulau yang terletak di ujung timur Indonesia, Langgur, tepatnya di Maluku Tenggara, belakangan ini banyak dibicarakan orang, terutama terkait objek wisata pantai dan lautnya yang fantastik dengan potensi kawasan wisata bahari kelas dunia. Mei hingga September adalah waktu yang tepat untuk menikmati keindahan Langgur dan sekitarnya.
Untuk sampai ke Langgur, traveler bisa menggunakan pesawat udara, Garuda Indonesia atau Lion Air dari Makassar dengan transit di Ambon. Setelah terbang kurang lebih dua jam dari Ambon, maka penumpang tiba di Bandar Udara Karel Sadsuitubun. Bandara ini diresmikan 14 Desember 2014, dan merupakan bandar udara internasional kedua setelah Bandar Udara Pattimura Ambon.   
Jenis objek wisata yang dapat dijelajahi di sini, mulai pantai, desa budaya, gua prasejarah, pulau, serta lokasi pengolahan mutiara, semuanya menarik dan eksotis. Beberapa objek wisata yang cukup populer adalah Pantai Ngurbloat, Pantai Ngursarnadan, Pantai Daftel, Desa Budaya Banda Ely, Mata Air Nen Masil Evu, dan Permadian Alam, Bukit Masbait, Desa Budaya Tanimbar Kei, Taman Ziarah Mgr Johanes Aerts, Pantai Ohoidertawun, dan Lukisan Kuno, Gua Hawang, dan Pulau Kapal.
Jika ingin ke Pantai Ngurbloat yang berjarak 17 kilometer dari Langgur, Ibu Kota Maluku Tenggara, tepatnya di Desa Ngilngof, dapat ditempuh 15 menit berkendara dari Bandara Dumatubun ke arah Barat. Nama Pantai Ngurbloat dalam bahasa Kei artinya “Pasir Panjang”. Terbentang Pasir Putih halus seperti tepung sepanjang tiga kilometer dari selatan ke utara, serta dihiasi pohon nyiur melambai, sehingga pantai ini dapat diklaim sebagai pantai pasir putih terindah di dunia.
Di sini, travel dapat beristirahat karena ada empat guest house untuk tamu. Guest house ini menyediakan menu tradisional seafood, seperti ikan bakar, kerang, dan rumput laut. Traveler juga dapat menikmati pemandangan matahari terbenam atau sunset yang sangat indah di pantai ini.
Pantai berikutnya adalah Pantai Ngursarnadan. Berjarak 18 kilometer dari Langgur dengan waktu perjalanan darat selama 20 menit. Daya tarik pantai ini terletak pada terumbu karangnya yang menakjubkan, dapat dinikmati hanya dengan bersnorkeling. Di pantai ini juga tersedia dua guest house house. Dari bagian atas pantai, terdapat ketinggian dengan pemandangan ke arah laut yang sangat indah. Pantai ini memiliki akses bagi pejalan kaki menuju ke pantai tetangga, Ngurbloat.
Menjelajah Indonesia bagia timur, berarti traveler akan lebih banyak menikmati pemandangan pantai dan laut. Pantai Daftel yang terletak di Desa Ler Ohoilim di sebelah barat Kei Besar misalnya, dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari Elat dengan kendaraan darat. Pemandangan yang indah dengan ombak yang besar sangat cocok untuk wisatawan yang gemar berselancar atau surfing.
Selanjutnya, ada Pantai Ohoidertawun. Pantai ini sangat menarik lantaran memiliki pasir putih yang bakal mengemuka saat air surut. Pasir putih pantai ini tampak bagai permadani putih yang luas menjorok ke laut hingga 200 meter. Jika air surut, pantai berpasir putih ini digunakan anak-anak muda setempat untuk bermain sepak bola. Selain itu, juga tersedia juga homestay dan kafe di pinggir pantai yang bangunannya terbuat dari bahan-bahan alam lokal seperti bambu serta atapnya dari daun sagu.
Setelah menikmati indahnya pantai, traveler dapat menjelajahi Desa Banda Ely yang terletak di utara bagian timur Kei Besar. Desa ini dapat dicapai menggunakan speed boat atau perahu bermotor dalam waktu empat jam. Penduduk pulau ini berasal dari Pulau Banda, dan bermigrasi besar-besaran ketika terjadi peperangan melawan Belanda di bawah pimpinan JP Coen pada 1621. Penduduk Banda Ely masih menggunakan bahasa aslinya, dan memegang teguh tradisi seperti tarian dan seni.
Desa ini merupakan pusat kerajinan tangan (handicraft) seperti besi, perak dan tembikar. Dekat desa Banda Ely, terdapat Desa Haar yang memiliki pantai dengan karang yang sangat indah. Traveler juga dapat mengunjungi Gunung Ar yang terdapat benteng dan kampung tua.

Mata Air Nen Masil Evu Hingga Gua Hawang

Seperti daerah lain Indonesia, di Kepulauan Kei juga terdapat sumber mata air, Mata Air Nen Masil Evu. Mata air ini merupakan sebuah permandian dengan pemandangan alam yang indah. Untuk sampai di sini, dibutuhkan waktu 35 menit dari Langgur dengan perjalanan darat. Selain menjadi tempat rekreasi, sumber airnya digunakan untuk menyuplai air bersih ke wilayah Kota Langgur dan Tual.
Setelah menelusuri indahnya pantai dan daratan, wisatawan dapat menikmati pemandangan Pulau Kei Kecil dari ketinggian Bukit Masbait yang merupakan bukit tertinggi di pulau ini. Tempat ini dapat ditempuh dari Langgur hanya dalam waktu 10 menit menggunakan kendaraan Umum. Bukit ini juga menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik.
Tidak seru jika dalam perjalanan berwisata tidak mengunjungi tempat yang unik seperti Gua Hawang. Gua ini terletak di Desa Letvuan dengan jarak 15 kilometer dari Langgur. Di sini, terdapat sebuah kolam air tawar dalam dengan pantulan sinar matahari yang indah saat siang. Dalam gua ini, terdapat batu yang melambangkan seorang pria memegang tombak bersama dua ekor anjingnya.
Pemandangan unik lainnya, yaitu sebuah pulau kecil yang berbentuk kapal. Perjalanan ke pulau kapal hanya tujuh kilometer dari Langgur, terletak di sebelah Desa Sathean. Penduduk setempat percaya, dulu ada kapal yang digunakan leluhur mereka yang berasal dari Bali tiba di Kei. Menurut legenda, kapal tersebut karam di lokasi ini dan berubah menjadi batu. Pulau Kapal merupakan lokasi yang cocok untuk kegiatan snorkeling. Pasalnya, air pantai yang biru dan jernih jelas menampilkan karang-karangnya yang indah.
Berkat keunikan dan keindahan pulau-pulau di Indonesia, tidak salah jika Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) memberikan tagline “Wonderful Indonesia” atau “Pesona Indonesia” untuk mendeskripsikan pariwisata Tanah Air.