09 November 2015

Lahirkan Teknisi Elektronik, Samsung Resmikan RBS Maros

RBS - Manajemen Samsung tetap peduli pendidikan di Indonesia, hal tersebut dapat dilihat dari pendirian Rumah Belajar Samsung (RBS) di beberapa daerah. RBS didedikasikan untuk meningkatkan taraf pendidikan, di mana implementasi keberadaan RBS juga diharap dapat mengurangi angka pengangguran. BLOGKATAHATIKU/IST
Proyeksi Lahirkan Teknisi Elektronik
Samsung Resmikan RBS di Maros

BLOGKATAHATIKU - Sukses yang diraih PT Samsung Electronics Indonesia dalam dunia teknologi, terutama pemasaran produk elektroniknya di Tanah Air, tak sertamerta membuat perusahan asal Korea Selatan ini lupa terhadap implementasi corporate social responsibility (CSR).
Manajemen Samsung tetap peduli pendidikan di Indonesia, hal tersebut dapat dilihat dari pendirian Rumah Belajar Samsung (RBS) di beberapa daerah. RBS didedikasikan untuk meningkatkan taraf pendidikan, di mana implementasi keberadaan RBS juga diharap dapat mengurangi angka pengangguran.
Saat meresmikan RBS Maros beberapa waktu lalu, Vice President Corporate Business and Corporate Affairs PT Samsung Electronics Indonesia, Kanghyun Lee, mengatakan, peresmian merupakan upaya kolaboratif teknologi Samsung yang didedikasikan bagi pendidikan nasional. Adapun edukasi keterampilan terkait teknologi tersebut, ditujukan bagi sekitar 240 anak putus sekolah di Sulsel.
“Sebagai pemimpin pasar di industri elektronik dan ponsel, kami ingin membagi ilmu dan keterampilan untuk generasi muda Indonesia. Tentunya, melalui pendidikan dan pelatihan elekronik digital,” bebernya.
Tujuan lain didirikannya RBS ini, sebut Lee, guna membantu anak muda usia produktif dengan berbagai masalah, seperti putus sekolah hingga tidak mampu secara finansial. “Semua pembiayaan ditanggung Samsung, termasuk perlengkapan ruangan,” tuturnya.
Ia berharap, hadirnya RBS mampu mendidik anak-anak agak kelak dapat menjadi teknisi dan wirausahawan elektronik. “Sebelumnya, untuk binaan berskala nasional, RBS telah menjaring sekitar 1.200 anak yang tersebar di empat daerah Indonesia, di antaranya Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek), Medan, Tanjung Morawa, serta Maros. Untuk Maros, kami menggandeng Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation dan Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja (PPSBR) Makkareso,” urainya.
Terkait investasi, ia enggan merinci secara pasti. “Saya tidak bisa menominalkan. Pada intinya cukup besar, tetapi itu tidak kami persoalkan demi tujuan bersama, mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.
Lee memaparkan, ruangan yang disediakan ada empat, di antaranya Audio Video TV Lab, Mobile Phone, Smart Library, serta Information Technology (IT). Setiap lab dilengkapi peralatan canggih yang merupakan aplikasi spesifikasi Samsung sendiri.
Sementara itu, Sekjen Dinas Sosial Sulsel, Patriot Haruni, menambahkan, mewakili pemrov, pihaknya sangat mengapresiasi hadirnya RBS di Maros. “Ini hal yang membanggakan, apalagi Maros merupakan daerah pertama di kawasan timur Indonesia (KTI),” imbuhnya.
Untuk persyaratan bergabung di RBS, ia mengatakan diprioritaskan bagi anak-anak yang kurang mampu, namun memiliki kenginan tinggi mengasah keterampilan dalam bidang elektronik. Adapun masa pendidikannya dilakukan satu semester atau enam bulan.
Hal yang sama diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) Makkareso Maros, Nurmi Handa. Dijelaskan, pihaknya juga mengapresiasi kepeduliaan Samsung serta pihak terkait lainnya. “Apalagi, hal tersebut dilakukan guna meningkatkan edukasi generasi muda Indonesia, khususnya di Maros,” urainya.
Dengan adanya RBS yang bekerja sama YCAB Foundation, Nurmi mengaku optimis mampu meningkatkan taraf pendidikan pemuda Indonesia, khususnya di Sulsel. Selain itu, RBS berbasis pendidikan teknologi modern, di mana media pembelajaran yang digunakan juga canggih. “Salah satu ruangan kelasnya, Smart Library, telah dilengkapi gadget atau tab tujuh inci berspesifikasi wifi, yang semuanya dibiayai Samsung,” bebernya.
Salah seorang peserta didik asal Enrekang, Nur Aisyah, mengatakan, sangat senang hadirnya RBS. “Saya sangat senang, dan berterimah kasih kepada Samsung, YCAB Foundation, serta pemerintah,” tuturnya.
Menurut Aisyah, ilmu yang diperoleh selama pendidikan kelak dapat diaplikasikan di dunia kerja. “Insya Allah, setelah pendidikan selesai, saya akan buka usaha dan pelatihan terkait teknologi untuk pemuda Enrekang lainnya,” imbuhnya.