15 November 2015

Kota Malang yang Sejuk dan Indah


MUSEUM ANGKUT - Public Relation The Level Makassar, Intan Meilani, saat berfoto di Museum Angkut, Malang. Meskipun belum sepopuler Museum Fatahillah di Jakarta atau Museum Vredeburg di Yogyakarta, namun museum yang baru dibuka 9 Maret 2014 sudah padat dikunjungi wisatawan. Di museum ini, para pelancong bisa melihat berbagai produk alat transportasi dari berbagai penjuru dunia. BLOGKATAHATIKU/IST

BLOGKATAHATIKU - Menikmati hawa sejuk Kota Batu, dengan berbagai macam wahana wisata yang ada di dalamnya, menjadi nilai jual dari Malang. Ini yang membuatnya menjadi pilihan utama saat mengunjungi Provinsi Jawa Timur.
Kota Malang merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Berada di dataran tinggi yang sangat sejuk, sekitar 90 kilometer sebelah selatan dari Surabaya. Perjalanan dapat ditempuh menggunakan bus maupun kereta api. Terkenal dengan sebutan “Kota Pelajar”, Malang menjadi yang kota terbesar kedua di Jawa Timur.
Berwisata di Malang akan sangat menyenangkan untuk yang menyukai kesejukan. Apalagi bagi keluarga, dapat menjadi sebuah kenangan yang tidak terlupakan. Selain keindahan alam yang menawan, di Malang juga tersedia beberapa tempat liburan yang representatif. Beberapa waktu lalu, Public Relation The Level Makassar, Intan Meilani, mengunjungi tempat tersebut, berangkat bersama rombongan Taurus Travel.
“Keindahan Kota Malang dapat disejajarkan dengan yang ada di luar negeri. Kelebihannya tentu lebih hemat, karena cuma membayar  Rp 3,5 juta per orang, sudah bisa menikmati banyak destinasi wisata di sana,” terang wanita yang akrab disapa Mey.
Saat ini, yang paling pesat perkembangannya adalah pariwisata Kota Batu. Banyak bermunculan objek wisata di kota ini, yang setaraf pariwisata nasional. Bertumbuh pesatnya sektor pariwisata di Malang diimbangi dengan tersedianya fasilitas publik yang dibutuhkan pengunjung, khususnya sarana transportasi.
Bagi yang ingin berlama-lama di Malang tidak perlu khawatir. Berbagai sarana untuk istirahat mudah ditemukan, mulai hotel dan penginapan murah di Malang dan Kota Batu. Wisatawan tinggal menyesuaikan saja dengan keuangannya.
Karena hobi otomotif, tempat yang pertama kali dikunjungi Intan adalah Museum Angkut. Meskipun belum sepopuler Museum Fatahillah di Jakarta atau Museum Vredeburg di Yogyakarta, namun museum yang baru dibuka 9 Maret 2014 sudah padat dikunjungi wisatawan. Di museum ini, para pelancong bisa melihat berbagai produk alat transportasi dari berbagai penjuru dunia. Koleksi yang dipajang mulai kendaraan tradisional hingga modern, dari angkutan darat, laut, dan udara sangat lengkap.
Lokasi Museum Angkut ada di Jalan Terusan Sultan Agung, Batu, Malang, Jawa Timur. Museum Angkut buka setiap hari, mulai pukul 12.00-20.00 Wib. Untuk masuk ke sana, pengunjung wajib membeli tiket Rp 60 ribu untuk Senin-Kamis. Sementara, tiket masuk akhir pekan atau Jumat-Minggu dan hari libur Rp Rp 80 ribu.
Museum Angkut dengan luas sekitar 3,7 hektare ini, termasuk museum transportasi terlengkap di Asia. Kalau pengunjung memang sangat hobi otomotif, pastikan jangan melewatkan kesempatan mengunjungi museum ini. Pasalnya, di tempat ini traveler bisa mendapat berbagai informasi lengkap terkait jenis alat transportasi yang mungkin belum pernah didengar.
Museum Angkut dibagi menjadi beberapa zona. Ruangan pertama adalah Zona Hall Utama. Di sana, wisatawan pasti bakal mengagumi desain interiornya yang elegan. Dengan penataan cahaya lampu yang eksotis, makin membuat atmosfer di ruangan ini menakjubkan. Ditambah lagi, koleksi alat angkut yang populer dari berbagai penjuru negara serta dari berbagai zaman.
Di Zona Edukasi, wisatawan akan mendapatkan informasi mengenai berbagai jenis alat angkutan di Indonesia, bahkan di dunia. Ruangan seluas 900 meter persegi ini bisa jadi tempat sempurna untuk mengetahui lebih banyak sejarah alat transportasi berupa sepeda motor dan mobil zaman dulu. Di sini, pengunjung juga bisa melihat mobil seri Chrysler Windsor Deluxe yang pernah dipakai Presiden Soekarno.
Bagi yang pernah nonton film klasik ala gangster dengan aksi tembak-tembakan dan kebut-kebutan, Zona Gangster Town and Broadway Street, merupakan tempat yang wajib dikunjungi. Sebagian suasananya mirip Universal Studio yang ada di Singapura. Di zona ini, diperlihatkan berbagai model angkutan yang sudah malang melintang di Broadway Street. Selain itu, masih banyak zona lain yang membuat kunjungan Intan ke Museum Angkut sangat berkesan. Selain berwisata, juga banyak pelajaran yang diperolehnya.
Setelah istirahat, malam harinya Intan melanjutkan kunjungan wisata ke Batu Night Spectacular (BNS). Ini merupakan taman rekreasi yang sangat terkenal di Batu. Ada banyak permainan yang bisa dicoba, dengan beragam kuliner di foodcourt yang bisa dicicipi. BNS berusaha membuat Batu lebih hidup di malam hari, dengan berbagai hiburan keluarga yang memadukan konsep mal, pasar, permainan, olahraga, dan hiburan dalam satu tempat.
BNS dipenuhi hiasan lampu cantik warna-warni yang semakin menambah keindahan Batu. Wahananya pun sangat beragam, mulai Sepeda Udara, Disco Bumper Car, Kursi Terbang, Marry Go Round, Ali Baba, Mini Boom-boom Car, Mini Train, Rumah Kaca, Rodeo, Sepeda Gila, dan Trampoline. Anak-anak juga bisa bermain di Playground ataupun Fun House. Selain itu, ada sejumlah permainan baru yang wajib dicoba seperti Gravitron, Laser Mission, Trick Art Gallery, Joy Land, Jump Around, Monkey Jump, Baby Wheel, Rockin Tug, Mega Mix, dan Magic Bounce.
Waktu itu, Intan mencoba beberapa wahana, salah satunya menguji nyali di Rumah Hantu. Selain itu, ada pula Bioskop 4 Dimensi, yang menawarkan suasana layaknya kehidupan nyata dengan berbagai sensasi. Yang paling ramai dikunjungi adalah Lampion Garden, yang menyajikan berbagai bentuk lampion berukuran besar, mulai tokoh-tokoh kartun hingga miniatur bangunan-bangunan terkenal di dunia, seperti Menara Eiffel dan Monas. Ada pula lampion berukuran besar yang bertuliskan “LOVE”.
Saat tubuh lelah setelah bermain, mampirlah ke area foodcourt yang menyajikan berbagai kuliner, mulai kuliner khas Jawa Timur hingga menu luar negeri. BNS buka setiap hari, mulai pukul 15.00-23.00 Wib. Untuk tiket masuknya Rp 20 ribu di weekday dan Rp 30 ribu pada weekend dan hari libur. Untuk masing-masing wahana, dikenakan tiket masuk antara Rp 7 ribu-Rp 15 ribu. Agar lebih hemat, bisa menggunakan tiket terusan Rp 90 ribu dan bisa puas menikmati semua wahana.

Petik Apel Segar di Kusuma Agrowisata

Siapa yang tidak mengenal buah apel Malang? Rasa apel yang asam dan manis,  membuat buah ini digemari banyak orang. Malang, khususnya Kota Batu, menjadi sentra industri buah apel di Indonesia. Makanya, kota ini sering dijuluki sebagai “Kota Apel”.
Saat pergi ke Malang, Intan tidak melewatkan waktu untuk mencicipi buah apel Malang ini. Salah satu tempat yang dikunjunginya adalah Kusuma Agrowisata, Batu. Tempat ini merupakan pelopor wisata agro di Indonesia. Berada pada ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut (Mdpl), wisata yang ditawarkan adalah perkebunan yang menyediakan layanan wisata petik di kebun apel, jeruk, jambu merah, buah naga, stroberi, dan sayur hidroponik bebas pestisida.
Selain wisata petik, objek wisata berhawa sejuk ini juga menawarkan wahana outbound, seperti bermain War Game di arena airsoft gun, mengendarai ATV di mini off-road track, dan flying fox. 
Kusuma Agrowisata memiliki lima paket wisata apel. Paket-paket tersebut memiliki fasilitas dan harga yang berbeda-beda. Paket paling murah bisa didapatkan Rp 32 ribu. Sementara, yang paling mahal Rp 54 ribu. Paket wisata tersebut sudah termasuk tiket masuk kebun, memetik apel, serta aneka makanan dan minuman. Namun, untuk bisa menikmati suasana perkebunan menggunakan mobil wisata, wisatawan harus membayar Rp 10 ribu per orang.