29 November 2015

Kisah Satir Sumiati yang Melegenda di Sulsel

FILM SUMIATI - Sutradara film Sumiati, Syahrir Arsyad Dini saat diabadikan belum lama ini sebelum pemutaran perdana film Sumiati di Studio Panakkukang, Makassar. Syahril berharap, film genre horor percintaan yang digarapnya bisa memotivasi sineas Makassar untuk terus berkarya dan berinovasi dalam pembuatan film. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Kisah tentang hantu Sumiati yang melegenda selama berpuluh tahun, kini dihidupkan kembali dalam plot horor percintaan berjudul “Sumiati, The Legend of Urban”. Cerita tentang Hantu Sumiati sebenarnya sarat versi dalam masyarakat Bugis-Makassar.
Film ini merangkum cerita yang ada dalam masyarakat, khususnya di Kota Makassar dan sekitarnya dalam sebuah film horor yang tidak biasa. Tidak biasa, lantaran selama film mengalir disertai ketegangan, ketakutan, namun juga penuh uraian air mata.
Sumiati diperankan aktris pendatang baru penuh bakat, Dinda Surbakti. Hidup dalam kesederhanaan, gadis polos yang jelita ini merupakan anak  patuh dan penurut, terutama terhadap orang tuanya. Suatu hari, ia dijodohkan dengan seorang pelaut. Pesta meriah dalam adat Bugis Makassar dilangsungkan. Kala itu, Sumiati berjanji akan setia meski suami yang duduk di pelaminan adalah pria pilihan ibunya.
Akan tetapi, nasib baik tidak berpihak kepada Sumiati. Tiga hari pasca pesta pernikahan, ia dirudapaksa beberapa pemuda berandal. Padahal, di tangannya masih tergambar lukisan henna sebagai simbol bahwa ia masih menyimpan janji setia kepada suaminya. Prahara mengerikan tersebut menjadi mimpi buruk hingga akhirnya Sumiati memilih jalan sendiri, gantung diri untuk mempertahankan kehormatan keluarga.
Sejak film diputar, penonton sudah dikejutkan penampakan hantu pria yang selalu muncul dalam mimpi Jeyhan Kler. Jeyhan adalah pemeran adik salah satu perudapaksa Sumiati. Peran Jeyhan cukup penting lantaran dari rasa penasarannya, ia berusaha menemukan Abdul Rojak yang hidup sendiri di salah satu kampung di Kabupaten Maros, Sulsel.
Dari cerita yang mengalir satir, yang dituturkan Rojak dengan sedih, Jeyhan akhirnya tahu dan paham, mengapa roh kakak kandungnya yang dibunuh dengan cara tragis tidak pernah tenang di alam kubur. Jeyhan jauh-jauh datang dari Jakarta untuk menyingkap kisah yang terkubur bertahun-tahun silam itu. Tentang hantu perempuan cantik yang gentayangan dan balas dendam terhadap pelaku yang merudapaksanya.
Di sinilah, ujian keikhlasan seorang suami yang masih terus diikuti roh istri tercinta benar-benar tergambarkan dengan sempurna. Bahwa cinta dan keikhlasan, sesungguhnya tak terpisahkan bahkan terhadap maut sekalipun.