07 November 2015

Indonesia Seaweed Forum 2015

RUMPUT LAUT - Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Rumput Laut Indonesia (Asruli), Arman Arfah, saat menjelaskan kegiatan terkait Indonesia Seaweed Forum (ISF) atau Pertemuan Internasional Rumput Laut di Makassar, 11-15 November 2015. ISF bertujuan sebagai media promosi dan pertukaran informasi terkait rumput laut dengan negara-negara pemerhati komoditas ini. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
Indonesia Seaweed Forum 2015
Upaya Industrilisasi Rumput Laut

BLOGKATAHATIKU - Guna membangun kerja sama bisnis dan mendorong pengembangan industri rumput laut Indonesia, khususnya sebagai produsen rumput laut terbesar di dunia, maka untuk ketiga kalinya Makassar terpilih sebagai tuan rumah Indonesia Seaweed Forum (ISF) atau Pertemuan Internasional Rumput Laut, 11-15 November 2015.
ISF bertujuan sebagai media promosi dan pertukaran informasi terkait rumput laut dengan negara-negara pemerhati komoditas ini. Acara juga sekaligus menjadi pertemuan bisnis serta menghilangkan black campaign soal rumput laut, yang disinyalir terdistorsi bahan berbahaya.
“Kami ingin menjadikan rumput laut ikon makanan sehat di Indonesia,” terang Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Rumput Laut Indonesia (Asruli), Arman Arfah di Cafe Seaweed, Jalan Anggrek Raya, Makassar, Minggu (25/10).
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas industrilisasi rumput laut yang selama ini masih minim. Pertemuan tahun ini akan diikuti 12 negara yang peduli terhadap industri rumput laut, di antaranya India, Arab Saudi, Perancis, Jepang, Filipina, Spanyol, Maroko, Malaysia, Argentina, Australia, Swiss, dan Vietnam. “Forum juga akan mencanangkan Gerakan Manfaat Rumput Laut Indonesia Sehat Berserat (Gemari Sehat) pada acara nanti,” imbuh Ketua Panitia ISF ini.
Arman mengungkapkan, acara rencananya akan dibuka Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan bakal dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.