20 November 2015

Fruitzee Es Potong ala Singapura




FRUITZEE - Sales Promotion Girl Fruitzee, Bunga Ratmi saat diabadikan di depan gerai Fruitzee, Lt 3 Panakkukang Square, Jalan Boulevard, Panakkukang, Makassar, Jumat (20/11). Dijelaskan, usaha waralaba pushcart asal Yogyakarta yang mengusung jargon “Es Potong Singapore” ini, secara spesifik membidik remaja dan anak-anak sebagai konsumennya. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Usaha kuliner saat ini sudah menjadi industri yang sangat potensial. Segmen yang bergerak di bidang makanan maupun minuman tersebut, sudah hampir merambah seluruh sendi usaha, baik skala kecil maupun besar. Namun, yang tidak kalah pentingnya adalah kecerdikan dalam berinovasi untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan unik, agar dapat mengahasilkan pundi-pundi uang.
Di Makassar, usaha kuliner yang telah merambah mal sudah tidak terhitung jumlahnya. Salah satunya adalah Fruitzee yang sudah hadir sejak Desember 2014 di Lt 3 Panakkukang Square, Jalan Boulevard, Panakkukang Makassar.
Usaha waralaba pushcart asal Yogyakarta yang mengusung jargon “Es Potong Singapore” ini, secara spesifik membidik remaja dan anak-anak sebagai konsumennya. Akan tetapi, secara umum es potong yang mengadopsi salah satu jenis kuliner (es krim) di Singapura ini, juga menyasar jualannya untuk segmen keluarga.
Hal tersebut diungkapkan Sales Promotion Girl Fruitzee, Bunga Ratmi saat ditemui Jumat (20/11). Menurutnya, kehadiran Fruitzee di Makassar untuk memperkaya ragam kuliner. “Es potong kami sangat digemari. Setiap hari (weekday), dapat terjual sekitar 30 potong. Jika weekend dapat terjual 80 potong,” bebernya.
Dijelaskan, es potong pihaknya dibanderol cukup terjangkau Rp 15 ribu per pieces. Tidak hanya itu, varian rasa es potong pihaknya juga beragam, seperti rasa buah stroberi, durian, mangga, jambu, anggur, apel, jeruk, pisang, dan masih banyak rasa buah lainnya. “Konsumen dapat memilih, apakah mau menggunakan roti atau wafer sebagai skin. Tetapi, kalau ingin kombinasi keduanya, roti dan wafer, cukup menambahkan Rp 1.000,” ulasnya.
Bunga memaparkan, untuk mendukung kinerja penjualan, pihaknya menggandeng Telkomsel melalui program penukaran poin Telkomsel Poin dalam program promosinya. “Kami sudah bekerja sama sekitar empat bulan dengan Telkomsel Poin. Kerja sama selama ini cukup kontributif, soalnya grafik pembelian konsumen lebih meningkat karena dengan menukarkan poinnya, pelanggan bisa mendapatkan diskon dari kami,” urainya.
Secara teknis, ia menjelaskan, pelanggan cukup menukarkan 10 poin Telkomsel Poin mereka, maka otomatis akan mendapat potongan harga 20 persen per pieces roti potong Fruitzee. “Setiap hari, ada sekitar lima pelanggan yang menukarkan poin mereka. Kalau weekend, bisa lebih banyak, sekitar 10 penukar,” imbuh Bunga.
Wanita yang juga merangkap sebagai kasir di Fruitzee ini berharap agar kerja sama dengan Telkomsel Poin dapat terus berlanjut dan lebih ditingkatkan lagi. Pasalnya, ke depannya tidak menutup kemungkinan pihaknya akan berekspansi dengan membuka beberapa cabang lagi di Makassar.