19 November 2015

Foreign Exchange Market Menjanjikan

FOREX - Senior Business Management PT Trijaya Pratama Futures, Atok Mentawai, saat ditemui di kantornya, Lt 11 Menara Bosowa, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Selasa (24/2). Dijelaskan, sebagai salah satu aspek trading, foreign exchange market (forex) tak terlepas dari bisnis modern.  BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
Foreign Exchange Market Menjanjikan
Trijaya Pratama Futures Gencar Edukasi Pasar

BLOGKATAHATIKU - Sebagai salah satu aspek trading, foreign exchange market (forex) tak terlepas dari bisnis modern. Laju perkembangan usaha yang awalnya menyasar kalangan middle-up ini tak dapat dinafikan lagi kontribusinya dalam dunia investasi.
“PT Trijaya Pratama Futures hadir untuk mengakomodir perdagangan berjangka di Indonesia. Seperti diketahui, investasi yang kami garap meliputi komoditi, valuta asing, dan indeks saham yang dapat diperjualbelikan sebelum kontrak tersebut jatuh tempo. Kontrak dapat diperjualbelikan berulang kali melalui kami sebelum jatuh tempo penyerahan barang sesuai keinginan pasar,” terang Senior Business Management PT Trijaya Pratama Futures, Atok Mentawai, saat ditemui di kantornya, Lt 11 Menara Bosowa, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, meskipun sudah menjadi investasi utama pada beberapa negara maju, akan tetapi di Tanah Air bisnis ini masih awam bagi sebagian orang. “Biasanya, pelaku usaha yang terbiasa bergerak di sektor riil akan kesulitan memasuki investasi trading seperti forex, sekuritas, maupun pasar modal,” ungkapnya.
Padahal, sebut Atok, manfaat perdagangan berjangka sangat menguntungkan. “Ini dapat dilihat dari sarana pengelolaan risiko (hedging), sarana perdangangan yang terintegrasi, dan memiliki price discovery,” bebernya.
Selain itu, keunggulan lain perdagangan berjangka mudah lantaran modalnya relatif terjangkau, prosedur investasi yang murah, penarikan dana investasi dapat dilakukan setiap saat (liquid), pengelolaan dana langsung dikontrol trader, didampingi advisor yang terlatih dan profesional, risiko dapat dikendalikan (risk management), serta memiliki peluang keuntungan dua arah (derivative market).
Melirik perkembangan sektor finansial terkini, Atok mengungkap, saat ini sudah banyak kota yang bahkan lebih kecil dari Makassar dimaraki investasi ini. “Pelaku usaha sudah mulai melirik dan berpindah dari sektor riil ke sektor finansial. Ini karena benefit yang kami jelaskan tadi. Dulu, pelaku usaha hanya fokus terhadap investasi riil seperti properti dan ritel. Ini tentu memakan waktu dan proses lama untuk mengutip benefit. Itulah sebabnya, orang mulai tertarik menggeluti pasar modal dan perdagangan berjangka seperti forex,” alasannya.
Terkait prospek, ia menyebut indikatornya mulai meningkat. Ini dapat dilihat dari banyakya perusahaan sejenis yang saat ini membuka cabangnya di Makassar. “Dalam waktu tiga sampai empat tahun, sudah ada 10 perusahaan sejenis di sini,” imbuhnya.
Menyoal benefit, meski tak menyebut secara teknis, Atok menggambarkan raihan cuan yang bisa diperoleh trader yang berinvestasi di perdagangan berjangka. “Trader yang berinvestasi Rp 100 juta, berpotensi mendapatkan Rp 110 juta-Rp 120 juta, tergantung momentum,” sebutnya.
Disinggung tingkat risiko, pria yang sebelumnya pernah bertugas di Panin Sekuritas, Jakarta ini, membeberkan, setiap usaha memiliki risiko. Kendati demikian, investasi forex memiliki leverage yang dapat menjadi pengimbang, sehingga tingkat kerugian maupun keuntungan sama-sama memiliki nilai fair.
“Leverage melibatkan pinjaman sejumlah uang yang dibutuhkan untuk berinvestasi. Dalam kasus forex, uang biasanya dipinjam dari broker. Forex trading perlu menawarkan leverage tinggi, artinya ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan margin awal sehingga trader dapat membangun dan mengontrol  sejumlah besar uang,” urainya.
Adapun target Trijaya untuk mengembangkan perusahaan, khususnya Makassar, ditempuh dengan tiga cara. Pertama, perusahaan bekerja sama dengan komisi terkait trading untuk mengedukasi publik melalui tenaga sales. Kedua, mendirikan bursa sentral edukasi di kampus-kampus Makassar guna memberikan pemahaman kepada masyarakat, melalui kalangan akademisi (mahasiswa) terlebih dulu. Ketiga, pemberian full package training kepada internal perusahaan, khususnya sumber daya manusia (SDM).
Disinggung opini negatif masyarakat terhadap bisnis “pialang” yang mengarah pada judi, Atok mengklarifikasi dan menampik pandangan tersebut. “Pada 1980-an, orang bilang asuransi penipu. Di 1990-an, giliran multilevel marketing (MLM) dikatakan penipu. Lalu, di era 2000-an, trading dibilang penipu. Nah, nanti sejarah yang ngomong, maksudnya selama masih ada (pembangunan ekonomi) negara, selama masih ada orang yang ingin memperbaiki image (negatif) itu, pelan-pelan juga akan berubah seiring waktu,” optimisnya.