23 November 2015

DSG Motosport

MOGE - Selain kafe (coffee shop) dan butik, DSG juga bergerak di bidang pemasaran motor bekas jenis Harley dan motor gede (moge) Jepang, serta penjualan aksesoris terkait. Motor-motor tersebut berasal dari Makassar dan juga luar Sulawesi, seperti Jakarta dan Bandung. BLOGKATAHATIKU/IST
DSG Motosport
Tawarkan Penjualan Harley dan Moge Bekas

BLOGKATAHATIKU - Awalnya, kafe merupakan tempat sederhana yang dijadikan sebagai sarana hangout menikmati kopi, minuman dingin bersoda, ataupun makanan-makanan kecil lainnya. Namun, seiring perkembangan zaman, keberadaan kafe seperti jamur di musim hujan. Hampir di setiap sudut Kota Makassar dapat dijumpai kafe, tergantung segmen market yang dibidik.
DSG Motosport, merupakan satu dari sekian banyak kafe yang ada di Kota Daeng. Akan tetapi, kafe ini memiliki keunikan tersendiri lantaran mengusung konsep dan desain interior yang menarik. “Kafe kami tak sekadar coffee shop, namun juga merangkap butik dan penjualan Harley (Davidson) dan motor gede (moge) bekas,” jelas jelas istri pemilik DSG Motosport Coffe & Boutique, Andi Dina Herani.
Menurutnya, pihaknya tidak hanya memberikan pelayanan sebagai kedai kopi modern (coffee shop), tetapi juga merangkap butik yang menyediakan pakaian wanita maupun pria bernuansa otomotif.
Apalagi, sebut Dina, barang-barang yang ditawarkan DSG cukup terjangkau. Untuk menu makanan dan minuman misalnya, dipatok Rp 8 ribu-Rp 20 ribu per porsi. Sedangkan harga pakaian pada butiknya, dibanderol variatif. “Untuk pakaian wanita Rp 38 ribu-Rp 250 ribu, dan pakaian pria Rp 165 ribu-Rp 850 ribu,” paparnya.
Kafe yang berdiri pada 19 Januari 2015 ini, mampu meraup laba sekitar Rp 2.500.000 dalam kurun satu bulan di luar penjualan dari butik. Selain merangkap butik, kafe ini mengusung tema spesifik (otomotif), di mana interiornya diwarnai nuansa motosport bertema vintage, sehingga menjadikan kafe ini klasik dan nyaman.
Selain memasarkan Harley dan moge, DSG juga menjual aksesoris dan komponen terkait. Adapun asal motor dan komponennya, berasal dari Makassar dan juga luar Sulawesi, seperti Jakarta dan Bandung. Motor tersebut berkapasitas bahan bakar 800-1800 cc untuk Harley, dan 400-1800 cc moge Jepang.
“Harga setiap motor yang kami tawarkan juga variatif, Harley mulai Rp 135 juta-Rp 485 juta, sedangkan moge Jepang Rp 40 juta-Rp 485 juta,” papar pemilik DSG Motosport, Herman Dahlan, saat di temui di kafenya, Ruko Racing Center, Jalan AP Pettarani II, Makassar, Selasa (3/3).
Mengenai penjualan aksesoris motor, Herman menawarkan beberapa komponen moge berupa sadel, spion, sadel bag, sign lamp, bag rest, dan lampu motor yang dibanderol Rp 1 juta-Rp 10 juta.
Terkait alasan Herman memilih bisnis penjualan Harley, tak lain lantaran motor yang kebanyakan dikendarai kaum eksklusif ini, secara psikologis merupakan lambang kesuksesan seorang pria. “Seorang pria dapat dikatakan berhasil apabila telah memiliki Harley,” bebernya.
Untuk saat ini, pria yang juga hobi mengendarai Harley ini, masih menjadikan kafenya sebagai hangout dan memasarkan koleksi motor besarnya. “Jadi, sembari melihat moge maupun aksesorisnya, pengunjung dapat menikmati menu yang ditawarkan kafe berhiaskan gambar moge ini,” imbuhnya.