08 November 2015

Deteksi Dini Kerusakan pada Rumah

MEMBERSIHKAN DINDING - Salah satu cara merawat dinding yang mulai terlihat kusam dan berjamur adalah dengan membersihkankannya menggunakan air sabun dan sikat. Bila tidak hilang, segera cat ulang. Namun, sebelum dicat sebaiknya lapisan dinding yang berjamur dikeruk terlebih dulu. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Hampir semua rumah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut bisa berupa retak dinding, kebocoran pada atap, maupun kebocoran pada lantai. Terkadang kelihatan sepele, namun bisa membawa masalah yang cukup serius kemudian hari. Apalagi, musim hujan sudah mulai datang di November ini.
Pasti pemilik rumah tidak ingin jika rumah untuk berlindung dari panasnya matahari dan hujan menjadi tempat yang tidak nyaman lagi. Selain itu, kerusakan tersebut pun dapat mendatangkan hama maupun serangga seperti tikus, semut, dan kecoa.
“Sebelum semuanya semakin parah, ada baiknya seseorang melakukan pendeteksian kerusakan di rumah. Dalam jangka waktu tertentu, rumah memerlukan perbaikan. Selain keamanan dan kenyamanan untuk penghuni rumah, rutinitas kontrol terhadap kerusakan kecil diperlukan untuk menjaga keawetan rumah,” terang John WL, salah seorang pemilik toko bangunan, saat ditemui belum lama ini di Jalan Toddopuli Raya, Makassar.
Namun, yang paling mendasar adalah bisa mencegah hama yang masuk dan bersarang di tempat yang sudah lapuk. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mendeteksi kerusakan di rumah.
“Perhatikan warna dinding, bila mulai terlihat kusam dan berjamur, coba bersihkan dengan air sabun dan sikat. Bila tidak hilang, segera cat ulang. Namun, sebelum dicat sebaiknya lapisan dinding yang berjamur dikeruk terlebih dulu. Soalnya, dinding seperti itu akan menjadi tempat tumbuh kuman penyakit dan kutu. Perhatikan keretakan dinding. Jika sudah retak, segera lakukan penambalan (semen) ulang,” ulasnya.
Adapun untuk mendeteksi kerusakan kecil pada rumah, sebut John, dapat dilihat dari struktur atap. “Deteksi kerusakan di rumah bisa dilakukan dengan melihat struktur atap rumah. Bila menggunakan struktur atap kayu, kayu yang sudah lembap harus diberikan pelapis antirayap. Jika lapuk, segera ganti dengan yang baru,” imbaunya.
Terkait kebocoran, pria yang gemar mendengar musik ini mengatakan, bisa dilihat dari kelembapan sisi-sisi dinding saat hujan. “Sebelum tambah parah, periksalah atap. Berikan lapisan waterproof pada bagian yang bocor,” pesannya.
John menambahkan, kebocoran juga dapat terjadi lantaran sambungan pipa atau talang air yang rusak. “Jika sudah mengecek atap, sekaligus periksa juga sambungan pipa. Kebocoran komponen tadi, bisa menyebabkan air merembes ke rumah dan membawa berbagai kuman. Jika sudah terjadi kebocoran, sebaiknya memanggil tukang talang dan pipa air untuk memperbaikinya agar tidak tambah parah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau, bila pemilik rumah menemukan lubang-lubang yang tidak wajar pada bagian manapun rumah, maka sebaiknya segera ditutup. “Soalnya, lubang akan menjadi akses bagi hama dan serangga untuk masuk dalam rumah,” tandas John.