18 November 2015

Dapur Palopo and Coffee

BAROBBO - Jika di Manado terkenal Bubur Manado, Palopo punya bubur jagung berkaldu kental, Barobbo. Saat menyantap sesendok Barobbo di Dapur Palopo and Coffee, pasti lidah akan merasakan kekentalan kaldu yang lezat, dipadu rasa manis biji jagung. Harganya beragam, tergantung cita rasa, dibanderol mulai Rp 20 ribu-Rp 25 ribu. BLOGKATAHATIKU/IST
Dapur Palopo and Coffee
Melestarikan Kuliner Khas Daerah

BLOGKATAHATIKU - Kota Palopo sangat kaya dengan aneka kuliner khasnya, sehingga melalui Rumah Makan (RM) Dapur Palopo and Coffee, pemiliknya ingin ikut berpartisipasi melestarikan makanan khas Palopo.
Kota Palopo adalah sebuah kota kecil yang terletak sekitar 400 kilometer di sebelah utara Kota Makassar. Untuk kuliner, Palopo cukup kaya dengan aneka makanan khas. Terutama makanan dari bahan sagu seperti Kapurung dan Dange.
Popularitas makanan khas Palopo sudah sangat dikenal hingga ke seluruh pelosok Nusantara. Hal tersebutlah yang kemudian mendorong empat wanita, yakni Andi Tuti Sultan, Andi Padiuleng Atte’ Parawangsa, Ratna Umar, dan Irmawanti Arga membuka rumah makan bernama Dapur Palopo and Coffee.
“Di Makassar sudah cukup banyak rumah makan Palopo, tetapi kami memberikan sesuatu yang lebih istimewa,” ujar Andi Tuti Sultan, di sela pembukaan rumah makan tersebut beberapa waktu lalu.
Menurutnya, di rumah makan ini, jenis kuliner khas Palopo terbilang lengkap, baik yang masuk kategori main course maupun dessert. “Untuk menu utama, ada jenis makanan yang paling ternama, Kapurung. Selain sagu dan aneka sayuran sebagai bahan utama pembuatan makanan ini, juga dicampurkan berbagai lauk sebagai pelengkap. Harga untuk satu porsi Kapurung mulai Rp 20 ribu-Rp 25 ribu,” paparnya.
Menu lain yang tidak kalah lezatnya adalah Barobbo. Jika di Manado terkenal dengan Bubur Manado, Palopo punya bubur jagung berkaldu kental, Barobbo. Saat menyantap sesendok Barobbo, pasti lidah akan merasakan kekentalan kaldu yang lezat, dipadu rasa manis biji jagung. Harganya beragam, tergantung cita rasa, dibanderol mulai Rp 20 ribu-Rp 25 ribu.
Sulsel sangat terkenal dengan makanan seafood-nya. Untuk jenis makanan ini, Dapur Palopo menawarkan Ikan Parede. Ada dua pilihan ikan, Lamuru dan Bandeng. Keistimewaan Parede ada pada kuah bening berwarna kuning pucat, dengan rasa asam pedas yang seimbang. Rasa asamnya berasal dari asam patikala dan parutan tipis mangga muda. Asam patikala adalah buah kecombrang, selain memberikan rasa asam khas, juga menciptakan aroma harum. Buah ini juga digunakan pada Kapurung. Untuk bisa menikmati Parede, penikmat kuliner hanya perlu merogoh kocek Rp 25 ribu.
Rumah makan Dapur Palopo and Coffee juga menyediakan aneka dessert, seperti Sinolek, Dange, dan Ongol-ongol. Sinole dibuat dari sagu basah, lalu disangrai sambil diaduk-aduk bersama parutan kelapa muda sampai matang. Makanan ini dijual Rp 18 ribu.
Sedangkan Dange adalah makanan yang juga berbahan dasar dari sagu, dibuat di atas tungku dengan menggunakan kotak. Makanya, Dange berbentuk kotak-kotak tipis. Harganya sangat murah, hanya Rp 5 ribu per porsi. Tidak kalah nikmatnya adalah  Ongol-ongol. Makanan ini terbuat dari tepung sagu kering yang dicampur air dan gula Jawa. Di Dapur Palopo and Coffee bisa disantap hanya Rp 15 ribu.
Andi Tuti menjelaskan, sebagian besar makanan khas Palopo menggunakan bahan baku sagu. Selain aman buat penderita diabetes karena rendah karbohidrat, Palopo merupakan salah satu daerah penghasil sagu terbesar di Sulsel.
Selain rumah makan, Dapur Palopo juga berfungsi sebagai warung kopi, sehingga sangat nyaman dijadikan tempat kongko. Ada tiga menu kopi yang menjadi andalan Dapur Palopo, yaitu Kopi Pleno Rp 13 ribu, Kopi Susu Rp 15 ribu, dan Kopi Susu Vietnam Rp 20 ribu. Ada pula Teh Tarik Rp 15 ribu dan Es Teh Susu Rp 10 ribu.