21 November 2015

BTN Dedikatif Atasi Backlog Perumahan

KPR - Aktivitas transaksi di kantor Bank Tabungan Negara (BTN), Jalan Kaojalalido, Makassar, saat diabadikan beberapa waktu lalu. Sejak diluncurkan pada 1976, BTN sudah mengucurkan dana bagi program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sekitar Rp 60 triliun, di mana kredit telah dimanfaatkan lebih 2,6 juta masyarakat Indonesia. BLOGKATAHATIKU/IST
Kucurkan Rp 60 Triliun untuk Subsidi Rumah
BTN Dedikatif Atasi Backlog Perumahan

BLOGKATAHATIKU - Sejak diluncurkan pada 1976, Bank Tabungan Negara (BTN) sudah mengucurkan dana bagi program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sekitar Rp 60 triliun, di mana kredit telah dimanfaatkan lebih 2,6 juta masyarakat Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) BTN, Maryono, pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-65 BTN dan peluncuran Portal Property di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Maryono, khusus untuk program Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diluncurkan sejak empat tahun lalu, telah merealisasikan rumah sekitar 368 ribu unit dengan total kredit Rp 25 triliun. “Tahun lalu, FLPP kami melampaui target pemerintah yaitu 58 ribu unit, dan terealisasi sebanyak 93 ribu unit dengan jumlah kredit lebih Rp 7,9 triliun,” terangnya.
Ditegaskan, diperlukan adanya intervensi pemerintah untuk meningkatkan kapasitas supply perumahan, khususnya hunian murah. Di samping itu, intervensi pemerintah juga diperlukan untuk memastikan ketersediaan pembiayaan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Jadi tetap untuk mengatasi problem perumahan nasional, kuncinya ada pada political will pemerintah,” paparnya.
Maryono membeberkan, potensi perumahan masih sangat besar, dan BTN sebagai salah satu bank badan usaha milik negara (BUMN), yang fokus terhadap pembiayaan perumahan, optimis dapat memiliki portofolio yang baik terkait pembiayaan perumahan melebihi bank lain di Indonesia. “Karena potensi bisnis dan perannya yang sangat besar, BTN akan menjadi besar sebagai mortgage bank di Indonesia,” imbuhnya.
Terkait backlog atau kekurangan dalam masalah pembiayaan penyediaan perumahan di Tanah Air yang seakan tidak ada solusi, ia menjelaskan, saat ini diperkirakan mencapai 13,7 juta unit yang masih harus dipenuhi pemerintah. “Diperlukan banyak pihak untuk mengatasi masalah perumahan di Indonesia,” jelasnya.
Atas dasar itu, BTN meluncurkan Portal Property dengan harapan sebagai terobosan atau solusi bagi penyediaan perumahan di Indonesia. “Sebagai leader pembiayaan perumahan, kami ingin agar portal BTN Property menjadi ikon baru menjawab kebutuhan masyarakat akan rumah,” tandasnya.