10 November 2015

BNI Terus Galakkan Penggunaan Mesin EDC

EDC - BNI melansir, jumlah electronic data capture (EDC) BNI khusus di Makassar, sebanyak 2.854 unit. Untuk nilai transaksi rata-rata per bulan mencapai Rp 700 miliar, dan BNI menargetkan hingga akhir tahun, jumlah EDC bisa menjadi lima ribu unit. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - BNI terus menggalakkan ekspansi mesin gesek untuk transaksi nontunai dengan beragam cara, seperti kepada pedagang dengan menawarkan mesin gesek gratis biaya sewa. Persyaratannya, cukup menjadi nasabah produk Taplus BNI untuk bisnis.
Chief Executive Officer (CEO) Bank BNI Makassar, Slamet Djumantoro, menyebutkan, jumlah electronic data capture (EDC) BNI khusus di Makassar, sebanyak 2.854 unit. Untuk nilai transaksi rata-rata per bulan mencapai Rp 700 miliar, dan BNI menargetkan hingga akhir tahun, jumlah EDC bisa menjadi lima ribu unit.
“Kami terus menggenjot transaksi nontunai, dengan memperbanyak pengguna mesin gesek EDC. Penjualan EDC ini sepaket produk Taplus Bisnis,” terangnya di sela kegiatan BNI EDC Day belum lama ini.
Head of Consumer and Retail BNI Makassar, Rizwan Nazaruddin, menambahkan, khusus di wilayah Sulawesi dan Maluku, EDC BNI telah mencapai 85 ribu unit, dengan sales volume mencapai lebih Rp 26 triliun. Sehingga, potensi untuk menjual produk EDC BNI sangat besar.
Menurutnya, merchant pengguna EDC beragam, berasal dari berbagai sektor. “Sekitar 70 persen pengguna EDC kami adalah sektor perdagangan, selebihnya di sektor jasa seperti perhotelan. Ada juga rumah sakit, notaris, sekolah, kantor imigrasi, BPJS, dan lain-lain.
“BNI menargetkan dua ribu penabung baru hingga akhir 2015. Selain itu, untuk simpanan masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) kami, sudah mencapai Rp 11 triliun, tumbuh hingga 15 persen dari tahun lalu. Sekitar 78 persen DPK ini adalah dana murah atau current account saving account (CASA). CASA ini tumbuh hingga 30 persen,” imbuhnya.