21 November 2015

Berawal dari Titik Nol

TOKOH MUDA - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Makassar, Andi Alimran Mappasonda. Tokoh muda yang pernah melakoni pekerjaan dari bawah dengan menjadi penjual gabah kering tersebut, sekarang sukses menjadi pengusaha ternama. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Menilik kisah sukses yang diraih seorang tokoh dari titik nol, boleh jadi dapat dihitung dengan jari. Memang ini kontradiksi, sebab dari miliaran manusia, mereka yang survive dan bertahan hanya sedikit.
Namun, sejarah adalah spektrum ruang tanpa batas, selalu mencatat segelintir tokoh sukses, pun sebaliknya terkait kekelaman yang tersimpan dalam bilah hitam-putih seseorang. Itu jugalah replika yang dapat menjadi refleksitas bagi orang-orang yang ingin mengikuti jejak keberhasilan mereka.
Don’t ever let somebody tell you, you can’t do something. Kata-kata tersebut, merupakan prinsip yang mengantar kisah sukses Chris Gardner, gelandangan yang menjadi miliarder. Pialang asal Amerika Serikat (AS) yang paling berhasil di era 1980-an ini, bisa dijadikan salah satu lektur monumental. Bayangkan jumawanya, ketika ia berucap dalam bahasa sedikit sinis: “Sukses itu bukan karena takdir, akan tetapi berkat kerja keras yang sudah kita lakukan”.
Agaknya kalimat motivasi yang menjadi pemicu bangkitnya para pialang di AS itu, paling tidak memiliki kesamaan dengan beberapa tokoh daerah maupun nasional yang sudah menapak dalam tangga sukses di Tanah Air. Mungkin terlalu naif jika disamakan, tetapi realitasnya beberapa pelaku usaha sukses seperti Andi Alimran Mappasonda, memang mengawali semuanya dari titik nol.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Makassar yang pernah melakoni pekerjaan dari bawah dengan menjadi penjual gabah kering tersebut, sekarang sukses menjadi pengusaha ternama. Berkat ketekunan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang menjadi prinsip hidupnya, telah membawa Alimran menjadi tokoh sukses sejajar pengusaha muda Indonesia lainnya.
Lahir di tengah keterbatasan, tidak membuat pemilik PT Pallacari dan Nivo Engineering ini merasa rendah diri dan berputus asa. Ayahnya yang hanya berprofesi sebagai petani, memaksa ibunya harus ikut bekerja untuk membantu ekonomi keluarga sebagai petani kecil. Kendati demikian, masa kecil yang penuh keterbatasan tersebut, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.
Berbekal pengalaman dan intuisi bisnisnya yang tajam, Alimran terus melebarkan sayap usahanya. Boleh dibilang, semua jenis usaha sempat dimasukinya. Mengulik keberhasilannya yang tercetus pertama dari pandangan visionernya, dapat dilihat ketika menegaskan sebaris kalimat: “Untuk menjadi pengusaha bukanlah semata modal, melainkan kreativitas dan jaringan”.
Untuk menjadi pengusaha tangguh, setiap pelaku usaha harus memiliki keyakinan dan mimpi. Itu wajib dimiliki setiap orang yang ingin maju. Kalau ingin menjadi pengusaha, mimpi harus direalisasikan. Dengan mimpi yang besar tersebutlah, bakal memacu seseorang bekerja keras dan cerdas.
Semua kisah yang mengharu-biru yang dijalani Alimran maupun Chris Gardner boleh jadi hanya sepotong cerita masa lalu, terdengar satir dan sederhana, namun sulit diimplementasikan saat ini. Pasalnya, kedua tokoh tadi, ataupun tokoh-tokoh sukses lainnya, telah berhasil mewujudkan mimpinya dengan bekal kerja keras yang sudah nisbi dimiliki orang kebanyakan