21 November 2015

Archipelago Jalin Kerja Sama Salam Standard

SALAM STANDARD - Menyambut tren market perhotelan saat ini, grup manajemen hotel yang berkembang cepat di Indonesia, Archipelago International, baru-baru ini bekerja sama dengan sebuah perusaahan inovatif yang menetapkan standardisasi baru di bidang perhotelan guna mengakomodir meningkatnya wisatawan Muslim, Salam Standard. BLOGKATAHATIKU/IST
Akomodir Kemudahan Wisatawan Muslim
Archipelago Jalin Kerja Sama Salam Standard

BLOGKATAHATIKU - Menyambut tren market perhotelan saat ini, grup manajemen hotel yang berkembang cepat di Indonesia, Archipelago International, baru-baru ini bekerja sama dengan sebuah perusaahan inovatif yang menetapkan standardisasi baru di bidang perhotelan guna mengakomodir meningkatnya wisatawan Muslim, Salam Standard.
Salam Standard memberikan informasi mengenai fasilitas dan pelayanan “Muslim-friendly” yang tersedia di hotel dan resort di seluruh negara. Ini sekaligus untuk melayani kebutuhan akomodasi spesifik bagi wisatawan Muslim, yang menghabiskan sekitar 142 miliar dolar AS pada sektor pariwisata di 2014 sesuai penelitian Thomson Reuters. Dengan demikian, manajemen berharap dapat mengambil 25 persen pengeluaran perjalanan global di 2020 mendatang.
Salam Standard merupakan standarisasi pelayanan dan fasilitas yang inovatif, dirancang secara khusus untuk membuat wisatawan Muslim merasa seperti di rumah sendiri di negara manapun. Standarisasi ini dibagi menjadi tiga kategori utama, di antaranya Gold, Silver, dan Bronz, yang berlaku untuk standar tertentu pada masing-masing hotel.
Lebih 60 hotel di bawah naungan grup Archipelago telah terdaftar di Salam Standard. Sekitar 31 hotel masuk dalam klasifikasi Bronze Standard, yang berarti menyediakan tanda petunjuk kiblat dalam kamar, sejadah, dan Al-Quran sesuai permintaan. Sementara, 21 hotel lainnya memenuhi persyaratan untuk masuk dalam klasifikasi Silver Standard, dalam arti hotel tersebut menyediakan fasilitas yang diberikan Bronze Standard, serta menawarkan informasi terkait restoran halal di sekitar hotel, dan tidak menawarkan minuman beralkohol pada minibar di kamar hotel.
Pada tingkat tertinggi, 16 hotel di bawah naungan grup Archipelago telah memenuhi Gold Standard, seperti Quest Hotel Surabaya, Aston Anyer Beach Hotel, dan The Alana Solo. Hotel-hotel ini menawarkan pilihan yang paling akomodatif bagi wisatawa Muslim seperti yang menjadi standardisasi Bronze dan Silver Standard.  Hotel-hotel tersebut juga menyajikan makanan halal di masing-masing hotel, dan telah disertifikasi lembaga sertifikasi halal yang diakui.
Diluncurkan pada Oktober lalu, Salam Standard hadir atas masukan dari 50 ribu wisatawan Muslim dari seluruh dunia, menyusul kampanye global atas survei pada layanan dan fasilitas yang paling penting bagi mereka ketika bepergian. Salam Standard tidak hanya membantu Archipelago memenuhi kebutuhan sektor yang sedang berkembang, tetapi juga menyediakan referensi bagi wisatawan Muslim, yang memungkinkan mereka untuk memilih akomodasi “Muslim-friendly” serta yang menganut prinsip-prinsip Islam.
“Indonesia memiliki populasi Muslim tertinggi di dunia yang merupakan segmen pelanggan terbesar kami untuk hotel-hotel di bawah naungan grup Archipelago di seluruh Indonesia. Memahami dan mengantisipasi kebutuhan tamu kami merupakan hal yang sangat penting karena hal tersebut dibutuhkan agar kami dapat memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkap Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Archipelago International, Tenaiya Brookfield.
Menurutnya, bagi wisatawan yang melakukan perjalanan, hal tersebut kadang menjadi kendala tersendiri. Pasalnya, bukanlah hal yang mudah untuk mencari informasi terkait hotel terbaik yang menyediakan fasilitas atau kebutuhan yang sesuai agama mereka. Untuk itulah, Archipelago mencoba mengakomodir hal tersebut dengan menggandeng Salam Standard.
“Kami berharap standardisasi baru ini akan dapat membantu membuat pencarian tersebut menjadi lebih mudah. Sebelumnya, belum ada yang dapat menjawab permintaan pasar mengenai hotel mana yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Padahal, saat ini setiap orang memiliki berbagai tingkat kebutuhan untuk menunaikan ibadah mereka dengan nyaman,” imbuh Tenaiya.