26 October 2015

XL Percepat Pelunasan Pinjaman di UOB

PELUNASAN PINJAMAN - Aktivitas di United Overseas Bank (UOB) saat diabadikan beberapa waktu lalu. Kondisi perekonomian global yang kurang menguntungkan telah berpengaruh pada neraca keuangan PT XL Axiata, sehingga berinisiatif mempercepat pelunasan pinjaman 100 juta dolar AS dari UOB yang merupakan bagian dari pinjaman eksternal dolar AS yang tidak memiliki lindung nilai (hedging). BLOGKATAHATIKU/IST
Inisiatif Kelola Neraca Keuangan
XL Percepat Pelunasan Pinjaman di UOB

BLOGKATAHATIKU - PT XL Axiata Tbk (XL) mengumumkan percepatan pelunasan atas pinjaman dari United Overseas Bank (UOB) sebesar 100 juta dolar AS. Seiring agenda transformasi bisnis yang sedang dijalankan, manajemen XL secara jelas dan nyata menjalankan rencana untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui rangkaian inisiatif pengelolaan neraca keuangan. Ini mencakup pengurangan risiko terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing.
Presiden Direktur PT XL Axiata, Dian Siswarini, mengungkapkan, kondisi perekonomian global yang kurang menguntungkan telah berpengaruh pada neraca keuangan pihaknya. “Ini antara lain karena adanya pinjaman dalam mata uang dolar AS yang tidak di-hedge (lindungi), yang menyebabkan kerugian kurs di setiap kuartal. Untuk itulah, kami memutuskan menempuh langkah percepatan pelunasan atas pinjaman-pinjaman dalam mata uang asing agar neraca kami menjadi lebih baik ke depannya,” bebernya.
Dijelaskan, XL telah mempercepat pelunasan pinjaman sebesar 100 juta dolar AS dari UOB, yang merupakan bagian dari pinjaman eksternal dolar AS yang tidak memiliki lindung nilai atau hedging pada neraca keuangan XL.
“Seperti akhir Juni 2015, total pinjaman dalam dolar AS pada neraca keuangan sebesar 1,55 miliar dolar AS. Jumlah itu, 62 persen merupakan pinjaman eksternal dolar AS yang telah di-hedge,” terangnya belum lama ini di Kantor XL Center, Jalan AP Pettarani, Makassar.
Selain itu, percepatan pelunasan pinjaman tersebut yang didanai dari kas tunai internal XL, merupakan tahap awal dari rangkaian inisiatif yang akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
“Ini untuk mengurangi risiko pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang tidak di-hedge. Dari pengembalian pinjaman itu, pinjaman XL dalam dolar AS yang tidak di-hedge turun 38 persen menjadi 32 persen dari total pinjaman eksternal dolar AS,” jelas Dian..
Menurutnya, agenda transformasi bisnis yang dijalankan XL diimplementasikan melalui strategi 3R yang telah berjalan sejak awal 2015. Strategi 3R ini meliputi “Revamp, Rise and Reinvent”. Revamp, mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan dari “volume” ke “value”, dan strategi bisnis untuk meningkatkan profitabilitas produk. Rise, meningkatkan nilai brand XL melalui strategi dual-brand dengan AXIS guna menyasar segmen pasar yang berbeda. Adapun Reinvent, upaya membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.
“Transformasi bisnis dilakukan untuk merespons dinamika perubahan pasar yang sangat dinamis, fokus untuk menciptakan nilai-nilai positif sehingga XL dapat membangun bisnis yang lebih baik ke depannya,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, XL sebelumnya bernama PT Excelcomindo Pratama Tbk dan mulai beroperasi secara komersial 8 Oktober 1996. XL merupakan perusahaan swasta pertama yang menyediakan layanan telepon seluler di Indonesia. Pada 16 November 2009, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) XL menetapkan perubahan nama perusahaan dari PT Excelcomindo Pratama Tbk menjadi PT XL Axiata Tbk.