03 October 2015

Perkembangan Impor Sulsel Alami Penurunan

IMPOR TERBESAR - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam (dua dari kiri), dalam siaran pers terkait Berita Resmi Statistik (BRS) di kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar, Selasa (15/9). Diungkapkan, salah satu penyumbang impor terbesar Sulsel adalah bahan bakar mineral dengan nilai 17,39 juta dolar AS. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Nilai impor Sulsel pada Agustus 2015 menunjukkan angka 71,28 juta dolar Amerika Serikat (AS). Bila merujuk pada data yang tercantum, terjadi penurunan sebesar 57,96 persen dibandingkan nilai impor Juli 2015. Secara kumulatif, periode Januari-Agustus 2015 terjadi peningkatan sebesar 18,44 persen dibandingkan nilai impor pada Januari-Agustus 2014.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, mengungkapkan, salah satu penyumbang impor terbesar Sulsel adalah bahan bakar mineral dengan nilai 17,39 juta dolar AS, disusul mesin-mesin atau pesawat mekanik 17,33 juta dolar AS, gandum-ganduman 14,17 juta dolar AS, dan ampas atau sisa industri makanan 6,29 juta dolar AS.
“Impor Sulsel periode Januari-Agustus 2015, meningkat sebesar 18,44 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya,” terangnya, dalam siaran pers terkait Berita Resmi Statistik (BRS) di kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar, Selasa (15/9).
Selain itu, ada lima negara pemasok utama barang impor ke Sulsel selama Agustus 2015, yaitu Tiongkok, Singapura, Kanada, Argentina, dan Malaysia. Adapun besaran nilai impor dari kelima negara tersebut masing-masing, Tiongkok 24,15 juta dolar AS, Singapura 15,85 juta dolar AS, Kanada 14,49 juta dolar AS, Argentina 5,32 juta dolar AS, dan Malaysia 4,09 juta dolar AS.
“Kelima negara tersebut adalah pemasok barang impor terbesar Sulsel dengan total nilai 63,19 juta dolar AS. Barang impor yang masuk melalui pelabuhan Makassar selama Agustus 2015 mencapai 30,04 juta dolar AS, atau 42,14 persen terhadap total nilai impor Sulsel,” tutup Nursam.