24 October 2015

Pembiayaan Belum Kuat Pacu Perekonomian



TOTAL KREDIT - Salah satu aktivitas Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua), saat diabadikan belum lama ini. OJK melansir, total kredit berdasarkan lokasi bank di Sulsel yang mencapai Rp 88,7 triliun hingga semester pertama, rasionya terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Sulsel masih sebesar 29,6 persen. Angka ini masih di bawah nasional yang mencapai 33,4 persen. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Peran sektor pembiayaan perbankan terhadap perekonomian Sulsel, dinilai masih kecil dan belum kuat. Perlu diketahui, perusahaan pembiayaan yang memiliki jaringan kantor di seluruh kabupaten dan kota Sulsel yang menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 105 triliun per Agustus 2015.
Untuk itu, anggota DPR RI berharap, peran pembiayaan bisa ditingkatkan lantaran hal itu sangat berperan menunjang roda perekomomian yang lebih baik. Hal tersebut diungkapkan dalam kunjungan kerja anggota komisi XI DPR RI ke Makassar belum lama ini. Kunjungan sekaligus bertemu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta kalangan perbankan Makassar di Hotel Aryaduta, Jalan Somba Opu, Makassar.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua), Bambang Kiswono, menjelaskan, total kredit berdasarkan lokasi bank di Sulsel yang mencapai Rp 88,7 triliun hingga semester pertama, rasionya terhadap produk domestik regional bruto PDRB Sulsel masih sebesar 29,6 persen. Angka ini masih di bawah nasional yang mencapai 33,4 persen.
Kendati demikian, OJK menyebutkan, ada beberapa daerah yang rasio pembiayaannya di atas 50 persen terhadap PDRB, seperti Palopo, Parepare, Makassar, Tana Toraja, dan Jeneponto. 
Sementara itu, rombongan DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Marwan Cik Aksan, juga menyebutkan perbankan masih memiliki peluang besar untuk memperluas akses pembiayaan. “Apalagi, masih ada 13 kabupaten di Sulsel yang rasio kreditnya terhadap PDRB di bawah rata-rata nasional,” imbuhnya.