24 October 2015

Nuansa Eropa di Negeri Jiran



PERANCIS KECIL - Azura, saat foto berlatar belakang Colmar Tropicale, French-Themed Resort Berjaya Hills, Pahang Malaysia. Daerah ini dijuluki Perancis Kecil karena identik dengan bangunan-bangunan yang adai di Perancis. Butuh waktu sekitar 1,5 jam dari Kuala Lumpur menuju tempat wisata ini. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Bagi yang ingin menikmati suasana Eropa, tetapi memiliki keterbatasan keuangan, Malaysia dapat menjadi alternatif pilihan kunjungan, yang menawarkan beberapa tempat wisata dengan nuansa Eropa.
Malaysia dikenal sebagai negara Muslim dengan penduduk mayoritas berkebangsaan Melayu. Meskipun demikian, wisatawan dapat menikmati liburan khas benua Eropa di Negeri Jiran Malaysia tersebut. Beberapa lokasi sengaja dibuat menyerupai tempat wisata ternama di Eropa.
Setidaknya hal itu telah dirasakan langsung Area Manager PT XL Axiata, Hasrul AS saat menikmati liburan bersama istri tercinta Azura. Tempat pertama yang dikunjungi mereka adalah Museum Red Carpet yang ada di i-City Shah Alam. Tempat ini dibuat mirip museum Madame Tussauds yang terkenal dengan patung lilin yang sangat mirip artis dan tokoh-tokoh dunia.
Menurut Hasrul, museum ini punya kelebihan dibandingkan museum Madame Tussauds, yang hanya memajang patung diam. “Tetapi, di museum Red Carpet memiliki patung lilin yang interaktif, bisa bergerak dengan gerakan khas. Total ada 100 patung tokoh dibuat di sini. Ini yang membuat museum Red Carpet berbeda dari museum lainnya,” ujar pria yang pernah berprofesi sebagai jurnalis ini.
Kesempatan bertemu dan berfoto bersama tokoh-tokoh dunia tentu saja menjadi kesempatan yang langka bagi sebagian besar pengunjung. Di Red Carpet, traveler bisa mengajak berfoto selfie tokoh-tokoh seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, artis Angelina Jolie, Ratu Elisabeth dari Inggris, Albert Einstein, hingga Valentino Rossi. Sehingga berfoto dengan tokoh dunia bukan lagi menjadi sesuatu yang mustahil.
Untuk dapat menuju ke tempat tersebut, dapat ditempuh sekitar 45 menit perjalanan menggunakan bus dari Kuala Lumpur. Red Carpet adalah all-stars interactive wax museum yang kabarnya merupakan museum lilin pertama di Malaysia. Wahana yang menempati sebuah gedung berwarna merah menyala ini, memiliki puluhan koleksi patung lilin dari tokoh-tokoh dunia yang dibagi dalam beberapa tema, yaitu tema World Icons, Celebrities, Sport Stars, World Book of Records, Interactive, dan All Stars Cafe.
Saat memasuki kawasan theme park I-City dari pintu C, Hasrul dan Azura langsung berjumpa berbagai keceriaan khas taman bermain. I-City sendiri terbagi menjadi empat area bermain, yaitu Waterworld, Snowalk, City of Digital Lights, dan Fun World. Red Carpet berada di area Fun World dengan wahana lainnya seperti Trick Art Museum dan House of Horror. Red Carpet buka setiap hari dengan jam operasional pukul 10.00-24.00 waktu Malaysia, Senin-Kamis, dan pukul 10.00-01.00 dini hari di akhir pekan.
Tiket masuk Red Carpet 50 Ringgit Malaysia, wisatawan diwajibkan membeli semacam kartu daily pass seharga 2 Ringgit Malaysia. Setelah membeli tiket dan menitipkan tas kepada petugas, mereka menaiki tangga berkarpet merah dan disambut tiga patung lilin wanita yang bisa membungkuk sebagai tanda ucapan selamat datang.
Pemandangan modern dan futuristik disaksikan Hasrul dan Azura saat mengunjungi Kota Putrajaya. Tempat ini merupakan pusat administrasi pemerintahan Malaysia yang baru sejak 19 Oktober 1995, menggantikan posisi Kuala Lumpur. Sementara, pusat ekonomi dan bisnis masih tetap di Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, sebuah kota yang berkonsep modern dan futuristik dengan perencanaan yang rapi yang dikhususkan untuk gedung-gedung pemerintahan.
Daya tarik kota ini memiliki banyak bangunan megah dengan arsitektur yang menawan. Mulai gedung pemerintahan, kantor perdana menteri, masjid besar, serta jembatan yang indah. Dengan perencanaan tata kota yang baik, setiap pengunjung yang menjelajah kota ini akan dimanjakan jalan yang lebar dan bersih, ruang terbuka yang dilengkap taman cantik, sehingga traveler merasakan sensasi berjalan di perkotaan yang memperhatikan aspek keseimbangan lingkungan di sekitarnya.
Dengan harga paket 20 Ringgit Malaysia untuk dewasa dan 10 Ringgit Malaysia untuk anak-anak, Hasrul dan Azura menumpang bus yang mengantar setiap pengunjung berkeliling ke objek-objek bangunan dengan arsitektur menarik, di antaranya Dataran Kemerdekaan Putrajaya, Heritage Square, Jembatan Putra,  Jembatan Seri Perdana, Istana Darul Ehsan, Istana Keadilan, Istana Kebangsaan Melawati, Masjid Putra, Tugu Alaf Baru Millennium Monument yang berbentuk seperti roket, Perdana Leadership Foundation, dan Putrajaya Landmark.

Perancis Kecil di Malaysia

Udara sejuk dengan pemandangan hijau menemani perjalanan mereka berikutnya di hari ketiga. Tujuannya, Bukit Tinggi, tepatnya di Colmar Tropicale, French-Themed Resort Berjaya Hills, Pahang Malaysia. Butuh waktu sekitar 1,5 jam dari Kuala Lumpur menuju tempat wisata ini.
Bangunan tinggi yang megah berarsitektur Perancis langsung menyergap langkah mereka. Desain bangunan abad ke-16 ini mengingatkan wisatawan akan keajaiban yang memikat dengan arsitektur warna-warni khas Perancis. Jembatan besar menjadi penghubung bangunan dengan pelataran. Deretan kafe semakin menambah suasana kental terkait Perancis.
Memasuki kawasan ini seperti berada di Perancis. Pemandangan bukit yang hijau menjadi pelengkap menakjubkan. Berada 2.600 kaki di atas permukaan laut, tempat ini memiliki hawa sejuk. Jadi, jika tak ingin ke Perancis lantaran kejauhan, tempat ini dapat menjadi alternatif.
Nuansa Perancis yang syahdu benar-benar memberikan kesan romantis bagi pengunjung yang datang. Cocok bagi pengunjung yang sedang merayakan bulan madu. Corak cinta kasih dengan keheningan dan kesunyiaannya, memberikan rasa syahdu dalam hati.
“Colmar Tropicale sangat sesuai dijadikan sebagai tempat berbulan madu bagi pasangan yang baru menikah. Kawasan ini memberikan nuansa romantis bagi pengunjung,” ungkap Hasrul.
Fun and Recreation Colmar Tropicale, merupakan daerah tujuan liburan yang menawarkan berbagai jenis aktivitas rekreasi. Di antaranya, lapangan golf dengan 18 lubang berstandar internasional, tatami spa, taman kelinci, keledai, kuda, paintball, kolam renang, aerobik, permainan anak-anak, karaoke, bowling, tenis, squash, badminton, serta live musik dan tari-tarian.
Rasa lelah saat menjelajah “Perancis Kecil” di Bukit Tinggi, telah memberikan pengalaman dan sensasi yang luar biasa. Keromantisan, nuansa cinta, keheningan, serta keramahtamahan penduduknya, menjadi bagian yang tak terlupakan dalam perjalanan tersebut.