22 October 2015

Menengok Eksistensi Usaha Digital Printing

MESIN CETAK - Pimpinan Astragraphia Wilayah Timur, Suhardi, saat mencoba salah satu mesin cetak. Dunia cetak digital printing sangat berkembang lima tahun terakhir. Sistem cetak menggunakan mesin digital dapat dikatakan sebuah solusi untuk menyiasati tingginya kebutuhan promosi iklan. BLOGKATAHATIKU/IST

BLOGKATAHATIKU - Kebutuhan promosi semakin meningkat seiring bertumbuhnya perusahaan yang berinvetasi di Makassar. Ini menjadi pasar potensial bagi pelaku bisnis digital printing.
Dunia cetak digital printing sangat berkembang lima tahun terakhir. Sistem cetak menggunakan mesin digital dapat dikatakan sebuah solusi untuk menyiasati tingginya kebutuhan promosi iklan. Bukan sekadar urusan cetak-mencetak spanduk, namun lebih dari itu yang menyumbang profit bagi perusahaan periklanan yang bergerak di bidang pelayanan publikasi.
Saat ini, iklan memang menjadi alat komunikasi yang penting bagi produsen atau perusahaan untuk dapat mengenalkan produknya kepada masyarakat. Informasi yang diberikan dapat berupa penjelasan mengenai kegunaan, kemampuan, cara kerja, keunggulan, kualitas, serta harga produk. Informasi terkait produk sangat di perlukan, apalagi terhadap suatu produk yang baru di pasarkan. Tentunya, hal tersebut juga dapat membantu produsen atau perusahaan untuk membangun citra produk.
Urusan pengadaan media iklan semakin dimudahkan dengan hadirnya perusahaan percetakan yang memiliki mesin format digital printing. Rupanya, digital printing lebih diminati banyak pelanggan lantaran kualitas cetakan yang sempurna, dan bisa dikerjakan dengan cepat. Bisnis digital printing mulai tumbuh di Indonesia sejak awal dekade 2000. Awalnya, hanya berkembang di kota-kota besar, mengingat waktu itu mesin digital printing harganya masih sangat mahal, dan pemasaraannya belum merata.
Menurut salah seorang konsumen digital printing, Rizaldi Rauf, alasannya menggunakan jasa digital printing karena lebih cepat dan instan. Bahkan, hasilnya juga bisa ditunggu dalam hitungan jam. Mahasiswa semester akhir Universitas Islam Negeri (UMN) Makassar ini, biasa menggunakan jasa perusahaan digital printing saat ingin membuat materi promosi kegiatan di kampusnya. Kehadiran teknologi cetak digital tersebut diharapkan mampu melayani tuntutah kebutuhan dunia periklanan.
Kehadiran digital printing, perlahan tetapi pasti mampu merebut pasar lebih luas dengan target pasar perusahaan advertising, event organizer, dan lain sebagainya. Kehadiran digital printing menggerus usaha sablon manual secara perlahan, sehingga mulai ditinggalkan. Itu karena kebutuhan akan media iklan dalam jumlah banyak dan berkelanjutan, namun di sisi lain percetakan konvensional tak mampu melayani tuntutan konsumen yang ingin serba cepat.
Peluang memperoleh keuntungan yang besar membuat Muhammad Iqbal Bachtiar tertarik menjalan bisnis percetakan digital printing. Pria kelahiran 4 juli 1974 ini, mulai merintis usaha digital printing sejak tiga tahun lalu. Awalnya, hanya bermodal satu mesin cetak outdoor dan mesin cetak benda-benda kecil seperti pin, ID card, dan mug.
Modal yang dipakai untuk memulai bisnis sekitar Rp 200 juta-Rp 250 juta. Berkat kerja keras dan promosi yang dilakukan cukup gencar, sekarang Fadel Digital Printing yang dibawahi Iqbal, sudah memiliki tiga mesin cetak outdoor, dua mesin cetak indoor, mesin cetak A3+ Fujixerox, mesin cutting, mesin laminating, dan mesin finishing. Mesin-mesin tersebutg dipakai untuk mencetak brosur dan cetakan berbahan kertas lain.  
Menurutnya, potensi bisnis digital printing di Makassar sangat besar. “Itu seiring pertumbuhan ekonomi kota yang sangat tinggi, berada di atas pertumbuhan nasional. Setiap tahun, selalu saja ada investor baru yang membuka usaha di Makassar. Semuanya membutuhkan materi promosi untuk memperkenalkan produk maupun jasa yang ditawarkan kepada masyarakat. Ini menjadi potensi besar bagi para pelaku bisnis percetakan digital printing untuk merebut pelanggan,” bebernya.
Semakin besar peluang, sebut Iqbal, maka semakin besar pula pemain yang ikut bersaing di segmen ini. Secara perlahan, pelaku bisnis percetakan digital printing juga semakin bertumbuh. “Ini membuat persaingan bisnis yang cukup ketat tidak dapat dihindari. Makanya, untuk bisa tetap survive di tengah persaingan, pelaku usaha harus bisa lebih kreatif dalam menjalankan stratagi pemasaran, menjaga kualitas produk, dan selalu memberikan perbaikan terhadap layanan,” paparnya.
Untuk memberikan pelayanan yang mumpuni kepada konsumen dan calon konsumennya, Fadel Digital Printing rutin berinovasi, dengan menawarkan sesuat yang berbeda dibandingkan pelaku usaha sejenis. “Meskipun hari libur, kami tetap siap memberikan pelayana kepada konsumen. Untuk hari biasa, kami buka hingga larut malam. Kualitas produk juga kami selalu jaga,” tandas Iqbal.