22 October 2015

Melancong ke Pelabuhan Paotere Makassar

PELABUHAN PAOTERE - Selain Pantai Losari, Pelabuhan Paotere merupakan salah satu tempat menarik untuk dikunjungi di Makassar. Para wisatawan disuguhi deretan perahu rakyat khas Makassar, yang sangat terkenal dengan sebutan Perahu Phinisi. Ada pula perahu motor nelayan yang sedang menunggu untuk berlayar ke tengah lautan. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Sejak jaman penjajahan, Pelabuhan Paotere di Makassar sudah terkenal sebagai sentra perdagangan kawasan Asia Tenggara. Sampai sekarang, aktivitas perniagaan rakyat masih berjalan di sana. Bahkan, sudah menjadi salah satu tempat kunjungan wisata.
Selain Pantai Losari, Pelabuhan Paotere merupakan salah satu tempat menarik untuk dikunjungi di Makassar. Para wisatawan disuguhi deretan perahu rakyat khas Makassar, yang sangat terkenal dengan sebutan Perahu Phinisi. Ada pula perahu motor nelayan yang sedang menunggu untuk berlayar ke tengah lautan.
Paotere merupakan pelabuhan perahu rakyat yang terletak di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar. Pelabuhan ini berjarak kurang lebih lima kilometer dengan jarak tempuh 30 menit dari pusat Kota Makassar. Banyak wisatawan tertarik datang, karena salah satu pelabuhan rakyat warisan “tempo doeloe” yang masih bertahan.
Banyak sejarah yang tersimpan di Pelabuhan Paotere. Keberadaannya mengingatkan, Makassar dulunya sebagai pusat kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14. Makassar merupakan salah satu sentra perdagangan Nusantara, bahkan menjadi salah satu bandar terbesar di Asia Tenggara. Paotere juga menjadi bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka.
Saat ini, Pelabuhan Paotere masih dipakai sebagai pusat niaga nelayan. Sepanjang jalan di pelabuhan berjejer toko yang menjual berbagai jenis ikan kering, perlengkapan nelayan, serta beberapa restoran seafood.
Tak hanya itu, Pelabuhan Paotere juga dijadikan sebagai tempat bongkar muat barang dari ratusan kapal perahu yang berlabuh di Makassar. Hampir 24 jam aktivitas bongkar muat terjadi di Pelabuhan Paotere. Perahu Phinisi itu mengangkut barang barang seperti barang kelontong, mi instan, beras, semen, dan barang lain. Rata-rata perahu phinisi berangkat dua kali dalam sebulan, dengan daya angkut hingga 500 ton.
Pelabuhan Paotere adalah tempat berlabuhnya perahu layar orang Sulawesi dari berbagai penjuru Indonesia. Banyak tipe perahu yang berlabuh, di antaranya perahu kecil dengan layar tunggal, serta beberapa perahu dengan layar dan mesin seperti Phinisi. Pemandangan tiang perahu yang besar bersebelahan dengan masjid dan rumah-rumah rakyat di pantai. Pemandangan lebih indah bila senja, pasalnya panorama matahari tenggelam memancarkan warna-warni sebagai latar belakangnya.
Salah seorang nelayan yang sudah berusia lanjut, Abdul Asis yang ditemui di kediamannya, menceritakan, dulunya Paotere merupakan pelabuhan kecil yang hanya digunakan sebagai tempat bongkar muat barang seperti kelapa, ikan kering, dan kopra. Kemudian pemerintah berinisiatif menjadikan pelabuhan kecil tersebut menjadi Pelabuhan Paotere, dengan melakukan pendangkalan di beberapa tempat yang saat ini dijadikan pemukiman penduduk.
Sementara, sejarah nama Paotere sendiri berasal ketika itu di kawasan Paotere terbentang sebuah rantai, dan masyarakat setempat menamainya Otere. Jika diartikan dalam bahasa Bugis-Makassar, artinya tarik tambang.
Saat ini, Pelabuhan Paotere telah dijadikan sebagai kawasan pariwisata. Diharapkan mampu menarik wistawan untuk berkunjung ke pelabuhan ini. Untuk mereliasasikan itu, Pemerintah kota Makassar melakukan penataan dermaga yang lebih baik, dengan melakukan penambahan luasan dermaga, sehingga kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Paotere tertata lebih baik. Kendati demikian, Paotere tetap difungsikan menjadi pelabuhan rakyat, melayani kapal-kapal kecil dan tradisonal lainnya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar menjadikan Paotere sebagai salah satu objek wisata. Paotere gencar dipromosikan melalui website, brosur, serta promosi lainnya.

Sajian Seafood di RM Paotere

Makassar terkenal dengan sajian kulinernya, khususnya hasil olahan laut atau seafood. Kata para pendatang, kalau ke Makassar dan belum sempat menikmati seafood, sama saja belum sah berkunjung ke “Kota Daeng”. Di Makassar, banyak warung makan yang menyediakan hasil olahan laut yang bisa menggoyang lidah.
Saat berkunjung ke Pelabuhan Paotere, pastikan mampir ke salah satu rumah makan yang menyajikan menu seafood. Salah satu rumah makan favorit adalah RM Paotere milik Haji Tawakkal. Warung makan ini sudah sangat terkenal dan sering dikunjungi banyak petinggi negara, mulai gubernur, menteri, legislator, presiden, dan wakil presiden. Jika ke Makassar, Mantan Presiden SBY pasti menginjakkan kaki di RM Paotere.
Awalnya hanya satu warung kecil di sebuah ruko selebar lima meter di bilangan Pelabuhan Paotere, dekat pelabuhan rakyat di sisi barat Kota Makassar. Rumah makan ini kemudian membesar dan mengambil tempat di dua ruko. Tatanan meja di dalamnya sederhana, hanya meja panjang yang dipasang berderet dengan kursi plastik.
Sekarang rumah makan ini makin membesar dan membuka cabang di beberapa tempat, salah satunya dalam kawasan Bandara Sultan Hasanuddin. Kendati demikian, RM Paotere yang lama masih menjadi tujuan favorit, karena suasananya yang masih sederhana.
Di depan warung ada pembakaran ikan yang cukup besar. Di atas pembakaran ikan inilah ikan-ikan segar dibakar. Pengunjung bebas memilih jenis ikan yang akan disantap. Sebelum masuk dalam warung, pengunjung dipersilakan memilih ikan yang ingin cicipi.
Yang istimewa dari rumah makan ini adalah sayur santannya. Seperti umumnya warung makan seafood tradisional di Makassar, sayur santan adalah teman makan ikan. Sayur santan ini berisi kacang panjang, kol, dan tomat hijau. Sederhana, tetapi rasanya luar biasa.
Ciri khas lain dari rumah makan ini adalah minumannya. Semua jenis minuman yang dipesan akan disediakan dalam gelas kaca berukuran besar. Soal harga, RM Paotere adalah salah satu warung makan berkualitas dengan harga yang terjangkau.