02 October 2015

Kontribusi Sepeda Motor Sport

SEPEDA MOTOR SPORT - PT Astra Honda Motor (AHM), melansir dalam beberapa tahun ke belakang agen pemegang merek (APM) kerap memperbaiki pasar segmen sport dengan stimulus produk baru. Sementara itu, segmen bebek menjadi prioritas ketiga setelah skuter matik (skutik) dan sport. Untuk tahun ini, segmen sport masih akan bertahan dengan kontribusi sekitar 14 persen dari total pasar sepeda motor nasional. Adapun skutik bisa mencapai 75 persen, dan sisanya bebek. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Kontribusi penjualan sepeda motor segmen sport diproyeksi masih akan menanjak tahun ini. Hal tersebut seiring menyusutnya sumbangsih dari segmen bebek atau underbone. Dari informasi yang dihimpun, pelaku industri sepeda motor mengakui jika segmen tersebut memiliki masa depan bertumbuh lebih baik ketimbang segmen bebek. Pasalnya, sepeda motor sport dianggap tunggangan impian pengendara roda dua.
Terlebih, saat pendapatan perkapita masyarakat kian menanjak dan daya beli kelas menengah meningkat. Di sisi lain, segmen bebek pun kalah bersaing untuk memperebutkan pasar, khususnya masyarakat urban yang menginginkan kendaraan yang lebih praktis.
PT Astra Honda Motor (AHM), melansir dalam beberapa tahun ke belakang agen pemegang merek (APM) kerap memperbaiki pasar segmen sport dengan stimulus produk baru. Sementara itu, segmen bebek menjadi prioritas ketiga setelah skuter matik (skutik) dan sport. Untuk tahun ini, segmen sport masih akan bertahan dengan kontribusi sekitar 14 persen dari total pasar sepeda motor nasional. Adapun skutik bisa mencapai 75 persen, dan sisanya bebek. Secara tren, sport akan terus naik bertahap lantaran para maker memperbaiki sport-nya di pasar sehingga mengurangi bebek.
Merujuk data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor semester pertama 2015 mencapai 3,256 juta unit. Dari jumlah tersebut, kontribusi segmen sport baru sekitar 12,04 persen, sementara skutik 74,71 persen dan bebek 13,25 persen.
Meskipun persentase kontribusi penjualan masih jadi yang terkecil, jika dibandingkan periode sama tahun lalu, penurunan segmen sport masih di bawah bebek. Alhasil, kuantitas penjualan segmen sport lebih terjaga dari pada segmen underbone.
Di segmen sport, penjualan enam bulan pertama tahun ini mencapai 392.223 unit. Jumlah tersebut menurun sekitar 33,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 588.557 unit. Pada segmen underbone pada paruh pertama tahun ini, total penjualan dari semua merek hanya mencapai 431.392 unit. Sementara, pada periode sama tahun lalu sebanyak 916.313 unit, atau menurun 52,9 persen.
Sementara itu, untuk segmen skutik penjualan pada semester pertama 2015 hanya mencapai 2,433 juta unit, menurun 10,3 persen dari capaian tahun lalu 2,711 juta unit.
AISI memaparkan, meski dalam beberapa tahun ke depan kontribusi penjualan akan berubah, hal ini tidak akan berpengaruh pada industri sepeda motor. Yang terpenting, kapasitas total produksi saat ini yang mencapai 9,5 juta unit per tahun dapat dimaksimalkan. Ketika skutik terus berkembang, bebek memang kalah bersaing. Di sisi lain, sport terus meningkat karena ada karakteristik khas dibandingkan kedua segmen tersebut yang notabene bisa saling menggantikan. Sehingga, kontribusi sport tahun ini di kisaran 13 persen hingga 15 persen.
Melihat pasar sport yang menggiurkan, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tahun ini menargetkan dapat menguasai pangsa pasar pada kisaran 53 persen hingga 54 persen. Keseriusan Yamaha untuk merealisasikan hal tersebut tampak dari usaha pabrikan asal Jepang itu dengan banyak meluncurkan produk baru tahun ini di segmen sport.