23 October 2015

Kenali Penyebab Pintu Menyusut dan Memuai

MUDAH MEMUAI - Secara parsial, kayu pada dasarnya dapat memuai dan menyusut. Hal tersebut tergantung cuaca lingkungannya seperti hujan maupun panas yang menyengat pada musim kemarau. Spesifiknya, saat musim hujan kayu biasanya memuai, karena kandungan air dalam kayu meningkat, sementara pada musim kemarau kayu akan menyusut. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Kayu merupakan bahan alami yang banyak dipakai untuk komponen rumah, seperti bingkai pintu dan jendela, kusen, dek loteng, dan sebagainya. Kendati demikian, kayu juga sarat masalah klasik, seperti mengalami pelapukan terutama saat terkena air hujan.
Secara parsial, kayu pada dasarnya dapat memuai dan menyusut. Hal tersebut tergantung cuaca lingkungannya seperti hujan maupun panas yang menyengat pada musim kemarau. Spesifiknya, saat musim hujan kayu biasanya memuai, karena kandungan air dalam kayu meningkat, sementara pada musim kemarau kayu akan menyusut.
“Pintu menyusut disebabkan kadar air masih tinggi, sehingga saat terkena udara panas pintu akan mengalami pergerakan. Biasanya, tidak cuma menyusut tetapi sambungan kayu yang tadinya rapat menjadi renggang, cat menjadi retak, dan pintu jadi lebih rapuh,” terang Wilson Chandra, saat ditemui di toko perlengkapan bangunannya di Jalan Veteran Selatan, Makassar, Selasa (6/10).
Menurutnya, saat musim hujan dengan kondisi udara yang basah, biasanya pintu akan mengembang lagi seperti bentuk awal. “Terbukti dari beberapa pengalaman pemilik rumah yang memilik pintu dari kayu, pintu maupun daun jendela mereka selalu sesak, khususnya pada kusen. Setelah dua hingga tiga musim, baru pintu bisa jadi normal. Namun, tidak sepenuhnya normal karena setiap perubahan musim akan selalu terjadi pergerakan,” runutnya.
Wilson menjelaskan, ada ukuran standar kandungan air dalam kayu yang harus dipenuhi agar kondisi muai-susut yang terjadi masih dapat diterima. “Umumnya, kandungan air yang dapat diserap sebanyak 12 persen dengan kondisi kayu yang masih kering,” ulasnya.
Ditambahkan, pintu yang gampang memuai dan menyusut biasanya karena pada saat proses ovennya tidak sempurna, atau tidak dilakukan sama sekali. “Yang paling sederhana, pemilik dapat membiarkan pintu kayu terjemur di bawah matahari pagi atau siang. Setelah benar-benar kering, baru pintu memiliki ukuran yang tetap,” urainya.
Bagi pemilik rumah baru yang ingin mengganti pintu maupun jendela dengan bahan kayu, Wilson menyarankan sebaiknya menyetel dan menyesuaikan presisi bingkai dan pintu sebelum dipasang permanen. “Catlah bagian bawah dan atas pintu yang berpori, agar uap air tidak masuk dalam kayu,” imbaunya.
Tidak hanya pada pintu, permasalahan memuai dan menyusut juga terjadi pada jendela kayu. “Sebaiknya, berikan sedikit celah pada daun jendela, sehingga tidak rapat benar terhadap bingkai jendela. Ini penting agar pada saat pergantian musim, tidak terjadi pengembangan dan penyusutan yang mengakibatkan sesak maupun longgar seperti yang sering terjadi pada pintu kayu,” tandas Wilson.