23 October 2015

Festival Kuliner Oktober Akomodir Pelaku Kuliner Kreatif

KULINER - Manajemen Kenyang Food yang merupakan salah satu event organizer kuliner Kota Makassar, bersama Tim Rajawali Media Group, menggelar “Festival Kuliner Oktober” yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Makassar. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Manajemen Kenyang Food yang merupakan salah satu event organizer kuliner Kota Makassar, bersama Tim Rajawali Media Group, menggelar “Festival Kuliner Oktober” yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Makassar.
Kegiatan dihelat pada taman kota ruang terbuka hijau, yang telah difungsikan secara menarik untuk pengunjung. Ada 40 tenant kuliner lokal Makassar yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Selain menyajikan menu menarik, acara juga dimeriahkan cooking demo, DJ perfomance, band akustik, serta pemberian hadiah-hadiah menarik.
Panitia Pelaksana Rajawali Media Group, Eko, mengungkapkan, tujuan acara untuk menciptakan kegiatan positif terkait kuliner. “Dalam event, kami fokus pada kuliner sehingga ini juga dapat mengakomodir pecinta kuliner di Makassar,” terangnya belum lama ini dalam jumpa pers di Kafe Eatery and Coffee Shop, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar.
Ditambahkan, pembeda kegiatan kali ini dibandingkan event sebelumnya adalah dalam segi tenant. “Kami mengapresiasi tenant-tenant yang ada, dengan memberikan cashback 100 persen dari harga tenant bagi tenant pilihan. Kategori penilaian berdasarkan kreativitas, kebersihan, kerapian, pilihan pengunjung, dan media sosial aktif (hastag),” beber Eko.
Adapun harga yang ditawarkan dalam festival kuliner mulai Rp 5 ribu. “Hasil penjualan, Rp 1.000  akan disumbangkan untuk dinas kebersihan dan Rp 1.000 untuk dinas sosial,” ulasnya.
Event menargetkan pengunjung 2.500 orang setiap harinya, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Wita. “Ke depannya, kami targetkan dapat menggelar event setiap bulan. Selain itu, kami berharap bisa bekerja sama dengan instansi pemerintahan untuk mendukung kegiatan positif selanjutnya,” urai Eko.
Dijelaskan, kegiatan sendiri merupakan tolok-ukur bagi industri kreatif untuk lebih berkreasi, baik sekadar olahan sendiri di dapur, atau ikut melestarikan kuliner khas Sulsel,” imbuhnya.