03 October 2015

Depresiasi Rupiah Tak Berdampak Terhadap Pertamina Lubricants

TAK BERDAMPAK - Depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi beberapa bulan terakhir, tak berdampak bagi Pertamina Lubricants. Anak perusahaan PT Pertamina tersebut mengklaim tak tergerus arus pelemahan mata uang Garuda. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU Depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi beberapa bulan terakhir, tak berdampak bagi Pertamina Lubricants. Anak perusahaan PT Pertamina tersebut, mengklaim tak tergerus arus pelemahan mata uang Garuda.  Bagitu pula terhadap produsen pelumas asing atau oli impor yang kian gencar masuk ke dalam negeri, dianggap bukan ancaman serius.
Regional Manager Sales Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina Lubricants, Dommy Ferdinando, mengungkapkan, wilayah pemasaran Pertamina Lubricants tetap menguasai pangsa pasar. Persentasenya bahkan mencapai 55 persen hingga 60 persen, dan secara umum pertamina tetap leading di Sulawesi.
“Depresiasi rupiah dan semakin banyaknya produsen oli impor masuk tak mempengaruhi pemasaran kami, karena mayoritas bahan baku dihasilkan dalam negeri. Kendati semester satu lalu, penyalurannya sempat menurun lima persen hingga tujuh persen akibat terkoreksinya beberapa sektor industri lantaran pelemahan rupiah, tetapi secara umum kami tidak terpengaruh,” ujarnya, saat ditemui di sela kegiatan bagi-bagi oli gratis di Hari Pelanggan Nasional, Jalan Ratulangi, Makassar, beberapa waktu lalu.
Sekadar diketahui, untuk penyaluran Januari-Juli, kurang lebih terdistribusi 9.000 kiloliter (KL), sebanyak 5.000 KL untuk ritel, dan sisanya disalurkan ke sektor industri.
Kendati demikian, sebut Dommy, Pertamina Lubricants tetap tak berencana menaikkan harga di pasar. Bahkan, pada semester kedua ini, Pertamina akan terus mengoptimalkan penyaluran pelumas. Salah satunya akan fokus menggarap segmen otomotif. Apalagi, persentase penurunan penyaluran sektor otomotif paling kecil. Selain itu, semua sektor yang lain tetap dioptimalkan.
“Walaupun kurs dolar dianggap pemicu pelemahan rupiah dan penyebab masuknya oli impor, tetapi kami optimis pangsa pasar kami lebih baik. Bahkan, beberapa segmen pasar merek asing, bisa kami ambil. Namun demikian, kondisi pelemahan rupiah seperti saat ini, kami belum berencana menaikkan harga. Karena hal tersebut belum mempengaruhi dan berdampak bagi perusahaan,” imbuhnya.