26 October 2015

Cerdas Memilih Bunga KPR Murah dari Bank



BUNGA MURAH - Guna menggairahkan kembali dunia properti yang lesu hampir sepanjang tahun ini, para bankir mengiming-imingi nasabah berbagai tawaran menggiurkan. Di segmen kredit pemilikan rumah (KPR), kesepakatan stakeholder final dengan menyodori bunga murah. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Guna menggairahkan kembali dunia properti yang lesu hampir sepanjang tahun ini, para bankir mengiming-imingi nasabah berbagai tawaran menggiurkan. Di segmen kredit pemilikan rumah (KPR), kesepakatan stakeholder final dengan menyodori bunga murah. Jika mencermati lebih jauh, nasabah boleh jadi “bingung” menghadapi banyaknya tawaran KPR dengan klaim bunga paling murah.
Sejumlah bank yang fokus bermain di segmen KPR, menyodori cicilan bunga KPR di bawah 10 persen. Bank Central Asia (BCA) misalnya, menawarkan program bunga rendah KPR 8,88 persen fixed rate atau bunga tetap tiga tahun dan bunga 9,99 persen cap rate (batas atas) tiga tahun berikutnya.
“Program sengaja kami keluarkan untuk meningkatkan permintaan KPR. Sejauh ini, animo masyarakat terhadap program kami cukup besar. Aplikasi yang masuk mengalami peningkatan,” beber Division Head Konsumer BCA, Felicia Mathelda Simon, saat melansir program KPR pihakanya belum lama ini.
Tak mau kalah, Bank Tabungan Negara (BTN) menawarkan promo KPR dengan bunga 7,5 persen fixed rate dua tahun. Bank yang mengklaim khusus bermain di sektor properti ini, berani menggunting bunga KPR paling rendah. Promo bunga miring BTN itu, berlaku sedikitnya pada 137 proyek perumahan 27 pengembang, di antaranya Ciputra Group, Duta Putra Group, PP Properti, dan Adhi Persada. Manajemen BTN sengaja memangkas bunga KPR demi menggenjot permintaan kredit hingga 20 persen di akhir tahun ini.
Bunga murah BCA dan BTN dilakukan hampir seluruh bank. Kendati demikian, tawaran fixed rate hanya berlaku selama masa periode tertentu, dan tidak bisa diperpanjang. Nasabah harus mengamati bunga mengambang (floating rate) yang berlaku pada bank-bank pilihannya.
Mengutip data Bank Indonesia (BI), suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR bank-bank besar mulai 10,25 persen hingga 14 persen. Rumus besaran bunga akhir yang diterima nasabah yakni SBDK ditambah premi risiko sesuai profil nasabah.
Kalkulasinya, premi risiko KPR di kisaran 0,3 persen hingga tiga persen, maka bunga KPR mengambang di pasaran sekitar 10,55 persen hingga 17 persen. Selain mencermati bunga riil KPR, calon nasabah juga bisa memilah berdasarkan durasi waktu. Contohnya, dapat dilihat tawaran promo Bank Maybank Indonesia dalam program Kredit Properti Multiguna. Bank ini menyodorkan bunga KPR 12 persen fixed rate lima tahun. Pilihan lain, fixed rate 12,25 persen selama 10 tahun. Sejauh ini, Bank Maybank Indonesia masih merupakan bank yang menawarkan tenor paling panjang. Selain dua pilihan bunga tetap tadi, bank ini memiliki skema cicilan selama 30 tahun.
Selain tenor, nasabah juga bisa menunggu momentum yang tepat untuk memilih KPR. Misalnya, promo bunga KPR Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar 8,45 persen. Bunga promo bertajuk Kado Merdeka, yang berlaku untuk memperingati kemerdekaan RI, ditap lebih ringan ketimbang mengambil kredit pada momen reguler. Animo nasabah yang cukup besar terhadap program tersebut, membuat BNI memperpanjang promo hingga akhir tahun ini, dari seharusnya berakhir September lalu. 
Jika sudah mengecek soal bunga tetap, bunga mengambang, tenor, ataupun memanfaatkan momen peringatan hari tertentu, nasabah juga dapat “mengintip” proses teknis yang dilakukan bank. Pasalnya, proses pengurusan KPR dapat dikata tidak mudah. Nasabah dapat memilih bank yang menawarkan kemudahan proses administrasi. Biasanya, cara ini dilakukan sebagai bagian “gimmick” pihak perbankan kepada nasabah.