26 October 2015

BI Awasi Pergerakan di Pasar Valas

AWASI VALAS - Fokus kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam jangka pendek tetap diarahkan pada langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, dengan terus memperkuat operasi moneter di pasar uang rupiah dan valas, memperkuat pengelolaan penawaran dan permintaan valas, serta melanjutkan upaya pendalaman pasar uang. BLOGKATAHATIKU/IST
Jaga Stabilitas Keuangan
BI Awasi Pergerakan di Pasar Valas

BLOGKATAHATIKU - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17 September 2015, memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,50 persen, dengan suku bunga deposit facility 5,50 persen dan lending facility pada level 8,00 persen.
Keputusan tersebut sejalan upaya membawa inflasi menuju pada sasaran sekitar empat persen hingga lima persen di 2015 dan 2016. Di samping itu, keputusan tersebut juga sebagai bagian dari langkah BI dalam mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS).
Kepala BI Wilayah Sulsel, M Dadi Aryadi, mengungkapkan, sehubungan dengan hal itu, fokus kebijakan BI dalam jangka pendek tetap diarahkan pada langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, dengan terus memperkuat operasi moneter di pasar rupiah dan valas, memperkuat pengelolaan penawaran dan permintaan valas, serta melanjutkan upaya pendalaman pasar uang.
“BI akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi, khususnya stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan dalam mendukung kesinambungan perekonomian,” ujarnya belum lama ini di Kantor BI, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.
Selain itu, sebut Dadi, BI memandang positif paket kebijakan pemerintah yang diluncurkan 9 September lalu sebagai langkah mendorong pertumbuhan ekonomi dan reformasi struktural yang diperlukan dalam memperkuat perekonomian Indonesia.
“Ke depan, koordinasi dengan pemerintah akan terus diperkuat untuk mendukung efektivitas dan konsistensi kebijakan struktural yang menjadi kunci perbaikan prospek ekonomi Indonesia,” tandasnya.