29 September 2015

Telkom Gelar Festival Industri Kreatif Digital

SAGOO FESTIVITY 2015 - Executive Vice President Telkom Regional 7, Mohammad Firdaus (tengan), saat menggelar jumpa pers terkait kegiatan Sagoo Festivity 2015 di Kantor Telkom, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (29/9). Kegiatan digelar sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan bisnis Industri Kreatif Digital (IKD) yang diproyeksi dapat berkembang dengan melahirkan banyak pelaku berbasis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
Sokong Starup Lokal
Telkom Gelar Festival Industri Kreatif Digital

BLOGKATAHATIKU - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menggelar kegiatan festival Industri Kreatif Digital (IKD) bertajuk “Sagoo Festivity 2015”. Pameran digelar sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan bisnis IKD, yang diproyeksi dapat berkembang dan melahirkan banyak pelaku berbasis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dengan potensi market global. Telkom mengklaim, IKD sebagai industri online nantinya dapat kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pameran yang digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (29-30/9), resmi dibuka Executive Vice President Telkom Regional 7, Mohammad Firdaus di Kantor Telkom, Jalan AP Pettarani, Makassar. Kegiatan menghadirkan 10 booth startup lokal dan nasional, terdiri dari startup UMKM, komunitas pengguna produk, dan market fit.
Pameran juga menghadirkan digital life coaching clinic berupa seminar terkait startup, seperti pembuatan aplikasi online dan lain-lain. Puncak acara diisi seminar nasional bertema “Industri Kreatif Digital Meningkatkan Ketahanan Ekonomi untuk Menghadapi MEA”, dengan menghadirkan pembicara kompeten, di antaranya Direktur Innovation and Strategic Portfolio Telkom Indonesia, Indra Utoyo, serta pembicara lainnya.
Dalam sambutannya, Firdaus mengatakan, IKD memiliki peran penting sebagai enabler bagi industri-industri lain yang memanfaatkan produk ICT yang dihasilkan IKD. “Pameran ini, tentunya menjadi ajang untuk menunjukkan karya-karya inovator lokal dan nasional di bidang IKD, sekaligus momentum Telkom mempertegas perannya dalam IKD dan membantu perkembangan UMKM,” paparnya.
Ditambahkan, Sagoo University juga diharapkan dapat menjadi ajang kreatif para inovator lokal dan nasional untuk melahirkan karya-karya berkualitas, sekaligus memperluas wawasan terkait manfaat dan perkembangan IKD. “Apalagi, ini dikaitkan dengan potensi yang dimiliki starup-starup lokal di kawasan timur Indonesia (KTI) dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA),” imbuhnya.
Firdaus mengungkapkan optimistisnya terhadap ajang ini, dan diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat untuk berperan sebagai pelaku IKD. “Saya melihat starup lokal (Makassar) mulai dapat bersaing dengan starup nasional. Misalnya, caripondokan.com yang didirikan anak-anak muda kreatif. Sehingga, ini nantinya menjadi pertimbangan kami untuk menaikkan kelas komunitas starup lokal dari Digital Lounge menjadi Makassar Digital Valley,” bebernya.
Ia mengatakan, peran Telkom dalam memajukan para starup lokal di Makassar bisa dilihat dari pendirian Digital Lounge di Jalan Jenderal Sudirman. “Pendirian Digital Lounge adalah salah satu upaya Telkom mendukung pelaku IKD. Di sini, berkumpul pendiri starup-starup lokal. Mereka dapat saling berbagi dan belajar bagaimana mengembangkan konten maupun aplikasi yang mumpuni,” ulasnya.
Sayang, Firdaus enggan mengungkapkan berapa persisnya dana yang sudah diinvestasikan pihaknya untuk membantu pelaku IKD. “Banyak, miliaran rupiah. Tetapi, esensinya bukan itu. Yang terpenting adalah bagaimana dapat menggali kreativitas pelaku IKD sehingga dapat menghasilkan aplikasi yang berkualitas,” sebutnya.
Memeriahkan Sagoo University, Telkom juga menghadirkan serangkaian kegiatan kreatif seperti kompetisi menulis cerita kuliner KTI di ceritaperut.com yang sudah dilaksanakan sejak 16 September dan berakhir 27 September.