14 September 2015

Selandia Baru, Keindahan Negeri The Lord of The Ring

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Selandia Baru dengan alamnya yang berwarna-warni, benar-benar memuaskan hobi traveling dan fotografi kebanyakan wisatawan. Bagaimana tidak, sejak menyaksikan keindahan alam Selandia Baru dalam film The Lord of The Rings, negara ini menjadi salah satu destinasi favorit traveler dunia.
Memang, Negeri Kiwi ini menawarkan berbagai destinasi wisata menarik. Yang pasti, impian mayoritas pelancong tak lepas dari indahnya rumah-rumah mini para Hobbit di tengah padang rumput yang hijau, gunung-gunung diselimuti salju, serta danau biru luas membentang.
Udara sejuk segera menerpa wajah traveler begitu menjejakkan kaki di Christchurch. Jika bertandang pada pertengahan September, Selandia Baru merupakan masa peralihan dari musim dingin ke musim semi, dengan temperatur berkisar 10-15 derajat Celsius.
Sebagian pohon mulai bersemi, begitu pula rumput-rumput hijau yang dihiasi bunga-bunga kecil. Sejauh mata memandang, terlihat “permadani hijau alami” khas Selandia Baru. Uniknya, sembari menikmati sejuknya udara, beberapa penduduk lokal terlihat berjalan-jalan sambil membawa anjing piaraan. Rumah-rumah tertata rapi di sepanjang jalan, masing-masing dilengkapi kebun yang luas.
Christchurch merupakan kota kedua terbesar di Selandia Baru sesudah Auckland. Kota ini terkenal karena kebun-kebunnya yang indah, bangunan-bangunan tua, dan Sungai Avon yang berliku-liku melewati pusat kota. Tidak mengherankan, Christchurch dikenal dengan sebutan The Garden City.
Setiap sore, warga setempat ramai berkumpul di lapangan Catedral Square untuk bersantai. Maka, jangan heran ketika berjalan-jalan di sana, yang terlihat adalah kebiasaan warga Selandia Baru yang sedikit “asing”. Pasalnya, tidak biasanya penduduk di Benua Oseania tersebut menghabiskan banyak waktu untuk kongko-kongko seperti di Indonesia.
Banyak di antara mereka yang sedang duduk-duduk sambil mengobrol, ada yang bermain catur raksasa yang tersedia di lapangan tersebut, dan sebagian lagi menyaksikan atraksi menarik yang ditampilkan pemusik jalanan. Segerombol burung camar dengan tenang bermain di lapangan dan bercanda riang dengan anak-anak kecil yang memberi remah-remah roti.
Jangan khawatir soal transportasi, pasalnya ada tiga sarana transportasi yang tersedia di sana, yakni tram, punting, dan gondola. Tram adalah kereta api mini berdesain unik, salah satu pilihan terbaik untuk membawa turis mengelilingi Christchurch yang mungil.
Sementara, punting merupakan perahu kecil yang dapat membawa traveler menyusuri Sungai Avon yang tenang sambil menyaksikan induk dan anak-anak bebek “bercanda” dengan riang di sungai. Sebagian wisatawan boleh menikmati keindahan Christchurch dari ketinggian dengan naik gondola.