01 October 2015

Perkuat Pengendalian Inflasi, BI Dorong Sektor Riil

KEBIJAKAN - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Causa Iman Karana (tengah), saat merilis survei BI belum lama ini. Guna menciptakan kondisi ekonomi makro yang kondusif, pemerintah bersama lembaga terkait, termasuk BI, terus melakukan upaya stabilisasi, baik di sisi fiskal maupun moneter. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W 
BLOGKATAHATIKU - Guna menciptakan kondisi ekonomi makro yang kondusif, pemerintah bersama lembaga terkait, termasuk Bank Indonesia (BI), terus melakukan upaya stabilisasi, baik sisi fiskal maupun moneter. Untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah pada Rabu (9/9), mengumumkan tiga paket kebijakan yang disebut “Paket Kebijakan September 1”.
“Dari sisi moneter, sejalan paket kebijakan yang diumumkan pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian, termasuk stabilitas nilai tukar, BI juga mengeluarkan paket kebijakan yang terdiri atas lima kebijakan. Di antaranya, memperkuat pengendalian inflasi dan mendorong sektor riil dari sisi supply perekonomian,” terang Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Causa Iman Karana, saat merilis survei BI belum lama ini di Kantor Perwakilan BI Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar .
Sebelumnya, rapat dewan gubernur (RDG) BI pada Selasa (18/8), memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,50 persen, dengan suku bunga deposit facility 5,50 persen dan lending facility pada level delapan persen. Keputusan tersebut sejalan upaya membawa inflasi menuju pada kisaran sasaran empat persen plus minus satu di 2015 dan 2016.
Fokus kebijakan BI dalam jangka pendek, diarahkan pada langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah masih berlanjutnya ketidakpastian perekonomian global, dengan mengoptimalkan operasi moneter baik di pasar uang rupiah maupun pasar valuta asing.
BI akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi, khususnya stabilitas nilai tukar dan stabilitas sistem keuangan dalam mendukung kesinambungan perekonomian.
Selain itu, BI  terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam mempercepat stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, serta melanjutkan berbagai kebijakan struktural yang menjadi kunci perbaikan prospek ekonomi Indonesia ke depan.