07 September 2015

Pemandangan Alam Tomohon yang Romantis


BLOGKATAHATIKU/IST

BLOGKATAHATIKU - Mengunjungi Sulawesi Utara, terasa kurang lengkap tanpa mengunjungi Kota Tomohon. Tempat ini menawarkan banyak pemandangan alam yang sangat indah, akan membawa pengunjung ke suasana romantis. 
Tomohon merupakan kota yang terletak di Sulawesi Utara, kaya akan wisata alam dan budaya. Untuk menuju ke sana, dapat ditempuh sekitar 45 menit dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dengan jarak tempuh 22 kilometer. Istimewanya, karena Tomohon berada di kaki bukit Gunung Lokon, memiliki udara sejuk dengan pemandangan alam yang masih asri. Penulis berkesempatan mengunjungi kota yang fenomenal tersebut.
Perjalanan penulis dimulai dengan mengunjungi Green Garden, salah satu rumah makan cukup terkenal di Tomohon. Dari lantai dua rumah makan tersebut, pengunjung dapat menyaksikan keindahan Gunung Lokon. Tidak jarang, banyak wisatawan yang mengabadikan gunung dengan ketinggian 1.580 meter dari permukaan laut tersebut dari Green Garden.
Puncak gunung Lokon berjarak sekitar 5.300 meter di sebelah barat laut Kota Tomohon, dan sekitar 6.700 meter di sebelah barat daya kota kecamatan Pineleng. Dari ibu kota provinsi Manado, jaraknya hanya sekitar 20 kilometer di barat daya kota. Gunung Lokon termasuk gunung aktif yang beberapa kali meletus, dan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat sekitar.
Walaupun terlihat “garang” tetapi pemandangan di gunung ini sangat romantis, memikat, dan bahkan menjadi salah satu objek wisata yang direkomendasikan di Tomohon. Tidak disarankan untuk mendaki gunung tersebut, tetapi silakan menikmati keindahannya. Puncaknya yang berpasir dan mengepulkan asap, menjadi pemandangan yang menarik.
   Dari rumah makan Green Garden, juga dapat dilihat dengan jelas pemandangan alam Gunung Mahawu, yang terletak tidak jauh dari Gunung Lokon. Tempat ini terkenal di kalangan fotografer untuk mengambil gambar momen sunrise. Gunung Mahawu ini terakhir aktif pada 1999. Saat ini, lebar kawah hampir sepanjang 200 meter dan berwarna hijau.
Perjalanan dilanjutkan ke Vihara Buddhayana, yang jaraknya tidak jauh dari rumah makan Green Garden. Sebuah tempat ibadah umat Buddha, yang jarang ditemukan di pemukiman berpenduduk mayoritas Kristen. Keberadaan vihara ini menggambarkan kerukunan antarumat beragama di Tomohon.
Vihara Buddhayana terletak di Kelurahan Kakaskasen II, Kecamatan Tomohon Utara. Diresmikan penggunaannya pada 17 Mei 2009 oleh Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang. Di hadapan Vihara Buddhayana, wisatawan juga bisa melihat pemandangan Gunung Lokon. Tomohon memiliki empat buah gunung, dua di antaranya masih aktif. Hamparan hijau tanaman dan bunga-bunga juga melengkapi keindahan vihara ini.
Vihara Buddhayana juga merupakan salah satu daya tarik pariwisata Tomohon. Pengunjung yang datang bisa menikmati keindahan arsitektur seluruh bagian vihara, dengan tetap menghormati keberadaan Vihara Buddhayana sebagai tempat ibadah. Memasuki gerbang vihara, pengunjung disambut jejeran 18 patung Lohan atau Arahat, yaitu pengikut “18 jalan kebenaran” Buddha. Mereka adalah Pindola, Nantimitolo, Pantha the Elder, Angida, Asita, Rahula, Nagasena, Gobaka, Pantha the Younger, Fajraputra, Nakula, Bodhidarma, Vanavasa, Kanaka The Bharadavaja, Katika, The Vatsa, Nandimitra, dan Pindola the Bharadvaja.
Bangunan yang paling menakjubkan dari Vihara Buddhayana adalah Pagoda Ekayana yang terlihat kokoh menjulang tinggi. Pagoda ini terdiri dari delapan tingkat. Di depan Pagoda Ekayana, terdapat kolam dengan patung naga berwarna keemasan.
Sekitar lima meter dari Pagoda, berdiri bangunan istana Kwan Im. Jangan lupa untuk melepaskan sepatu Anda saat ingin masuk. Kidung-kidung pujian melantun dari dalam tempat ibadah tersebut. Di sini, wisatawan bisa melakukan ramalan kuno Ciam Si, yang berdasarkan syair-syair kuno Tiongkok.
Mengelilingi Vihara Buddhayana seperti wisata warna. Kekayaan warna yang diterapkan dalam arsitektur bangunan sangat memanjakan mata. Ditambah pemandangan gunung yang dihiasi kabut yang memperindah panorama.
Manado merupakan salah satu kota di Indonesia dengan penduduk mayoritas beragama Kristen. Untuk wisata rohani, Manado memiliki beberapa objek wisata unik, di antaranya Bukit Doa di Tomohon. Tempat ini memiliki banyak sekali nama lain, di antaranya Bukit Doa Manado, Bukit Doa Mahawu, Bukit Kelong, dan Jalan Salib Mahawu.
Bukit doa tampil dengan pemandangan yang sangat indah, karena banyak bunga yang ditanam di sekitarnya. Di Bukit doa, wisatawan bisa menemukan kapel unik modern bernama Chapel of Mother Mary. Kapel ini biasa dijadikan tempat foto prewedding karena bentuknya yang unik. Saat berkunjung ke tempat ini, jangan melewatkan kesempatan untuk berpose di halaman belakang kapel. Pemandangan di tempat ini sangat indah.
Bangunan unik lainnya adalah Amphitheatre yang cukup besar, dengan kapasitas 1.500 orang. Amphiteater ini cocok dipakai sebagai tempat kotbah outdor, untuk kegiatan gathering, dan pertunjukan seni. 
Lokasi yang bersih, indah, tenang, dengan banyaknya bangunan unik dan akses yang mudah dari Manado menjadikan Bukit Doa Tomohon, sayang dilewatkan bila Anda mengunjungi Kota Manado.

Danau Linow Hingga Pasar Beriman

Dari Bukit Doa Tomohon pelancong bisa mengunjungi beberapa objek wisata menarik lain, yaitu Danau Tondano, Danau Linow, serta mengunjungi Pasar Beriman atau dikenal dengan nama Pasar Ekstrem. Pasar Beriman Tomohon layaknya pasar tradisional lainnya yang ada di Indonesia, menjual berbagai dagangan seperti sembako, sayur mayur, ikan air tawar dan air asin, serta berbagai kebutuhan dapur lain.
Namun, bila kaki melangkah ke dalam pasar dan berada di tempat penjualan berbagai daging binatang, maka akan mengetahui apa yang membedakan antara Pasar Tomohon dengan pasar tradisional lain di Indonesia. Pasar ini menjual beraneka macam daging yang kadang tak lazim. Jangan terkejut saat berada di sana, akan terlihat para penjual aneka macam daging atau penduduk di sana menyebutnya “ikang” yang terbilang ektrim, seperti tikus hutan, kelelawar, ular, anjing, dan babi. Jika beruntung, bisa pula menyaksikan penjualan daging kera, biawak, dan kucing.
 Pasar ini berada di jalur wisata ke arah agrowisata Rurukan, hutan kota, dan jalur pendakian ke puncak Gunung Mahawu. Wisatawan lebih suka datang pagi-pagi untuk melihat matahari terbit dari puncak Mahawu. Biasa, setelah menikmati sunrise, wisatawan melanjutkan perjalanannya ke pasar untuk melihat betapa unik dan ekstremnya pasar ini.