08 September 2015

Asean Mayors Forum 2015

BLOGKATAHATIKU/IST
Momentum Makassar Menuju Kota Dunia

BLOGKATAHATIKU - Makassar kembali memperlihatkan prestasinya di mata dunia internasional. Dengan ditunjuknya Makassar sebagai tuan rumah Asean Mayors Forum (AMF), 8-10 September 2015, merupakan kebanggan tersendiri karena hal tersebut berarti Makassar sudah bisa dikategorikan sebagai salah satu “Kota Dunia”.
Untuk mengimplementasikan Makassar sebagai Kota Dunia, tentu perlu melibatkan semua komponen masyarakat, tak hanya stakeholder di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Paling tidak, hal itu selalu dikatakan nakhoda yang sukses memimpin Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto selaku Wali Kota Makassar.
“Kami senantiasa memprioritaskan ikon Makassar Sombere dan Smart City. Ini upaya Pemkot Makassar untuk menciptakan kota cerdas. Saat ini, Pemkot Makassar telah memiliki kartu pintar dan fasilitas Home Care, Apartemen Lorong (Aparong), Lorong Garden, Care and Rescue Center, Truk Angkutan Sampah Kita (Tangkasaki), CCTV perkotaan, dan free wifi di 14 titik kecamatan di Makassar,” ulas Danny, sapaan akrab Ramdhan, saat  ditemui di kediamannya, Jalan Amirullah, Makassar, Jumat (4/9).
Terkait diadakannya AMF 2015, Ramdhan mengaku, persiapan yang dilakukan pihaknya sudah sangat maksimal karena melibatkan semua elemen masyarakat, baik pengusaha, pelaku bisnis perhotelan dan kuliner, serta berbagai asosiasi terkait di Makassar.
“Semua turut bersumbangsih guna terselenggaranya acara akbar ini dengan lancar. AMF diikuti 200 wali kota se-Asean, 10 duta besar (dubes), 100 pengusaha internasional, dan 30 gubernur, wali kota, bupati di Indonesia,” urainya.
Ramdhan tak menafikan bila Pemkot Makassar akan memanfaatkan ajang AMF 2015 untuk menarik para investor dari 150 kota di Asean. “Pertumbuhan ekonomi sembilan persen dan tingginya mobilitas masyarakat Indonesia ke Makassar menjadi daya tarik tersendiri. Ini yang akan kami jual,” serunya.
Hal tersebut juga akan menjadi peluang potensial untuk menarik investor membangun infrastruktur di Makassar. Pemkot Makassar menawarkan keunggulan yang dimiliki dengan modal pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.
“Kami menawarkan rencana-rencana investasi menarik, di antaranya sektor properti melalui pengembangan kawasan kota baru, agro industri, infrastruktur, serta Makassar sebagai destinasi wisata,” beber Ramdhan.
Pengembangan kota baru melalui reklamasi kawasan, saat ini sudah diminati tiga investor besar yang masuk dengan investasi triliunan rupiah. Pelaku properti raksasa sedang membangun kawasan baru di Makassar. Masih ada delapan area baru dari 10 kawasan hasil reklamasi yang direncanakan.
“Dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, Makassar merupakan hub utama ke kawasan timur Indonesia (KTI). Memang, ini tidak sebanding jika menakar penduduk Makassar yang hanya 1,8 juta jiwa. Akan tetapi, bila melihat jumlah penduduk di KTI yang berjumlah sekitar 30 jiwa, yang bakal melalui gerbang Kota Makassar, maka tentu ini potensi yang luar biasa,” tuturnya. 
Menurut Ramdhan, dari sisi infrastruktur, Pemkot Makassar fokus mengembangkan transportasi publik dengan memanfaatkan skema public-private partnership (PPP). Dijelaskan, sejumlah proyek infrastruktur yang akan ditawarkan melalui skema PPP, antara lain light trem atau metro kapsul dengan investasi Rp 3 triliun-Rp 4 triliun sepanjang empat kilometer, serta toll road sepanjang 100 kilometer dengan investasi Rp 16 triliun.
“Kota Makassar memiliki kebutuhan 100 kilometer toll road dengan investasi Rp 16 triliun. Begitu juga dengan light trem atau jalur untuk metro kapsul sepanjang 12 kilometer dengan investasi sekitar Rp 4 triliun. Ini semua untuk infrastruktur yang potensial digarap,” akunya.