06 June 2015

Kemegahan Masa Lalu di Cappadocia

Kemegahan Masa Lalu di Cappadocia

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Konon, peradaban umat manusia yang pertama bermula di Cappadocia, Turki. Mereka dulu dikenal sebagai suku Hittie yang hidup sejak abad pertama masehi, dan merupakan suku yang terbilang cerdas. Bayangkan saja, pada zamannya suku ini sudah mampu memiliki peradaban yang cukup maju. Dengan keunikan sifat perbukitan Tuff yang ada, mereka membuat lubang-lubang dalam bukit ini dan menjadikannya sebagai rumah.
Salah satu situs peninggalan yang spektakuler dan juga dilindungi Unesco adalah Kaymakli. Kaymakli merupakan salah satu kota bawah tanah tertua dan terbesar yang ada di dunia. Bisa dibayangkan, betapa pintarnya bangsa ini lantaran hanya menggunakan rangkaian alat sederhana pada masa tersebut, mampu membuat sebuah kota bawah tanah yang menyerupai labirin dengan kedalaman sekitar seratus meter ke bawah.
Tak hanya itu, dalam labirin bawah tanah itu pun mereka membangun berbagai ruangan untuk dijadikan dapur, ruang makan bersama, dan kandang bagi hewan peliharaan, bahkan sampai sistem perlindungan yang sulit ditembus lawan.
Tujuan wisata lainnya di salah satu kota di Turki ini adalah Guvercin Vadisi atau yang populer dikenal dengan sebutan “Lembah Burung Dara”. Begitu mengagumkan melihat lanskap alam yang terbentuk alamiah di sini.
Pasalnya, keindahan lembah ini begitu mempesona karena struktur bukit itu sendiri yang terbentuk alami akibat terpaan angin selama beratus tahun lamanya. Nama Guvercin Vadisi diperoleh dari kebiasaan suku Hittie yang gemar membuat lubang-lubang kecil dipermukaan sarang untuk burung dara piaraan mereka.

Hotel dalam Gua

Jangan lewatkan menikmati malam di hotel dalam gua, Yunak Elveri, yang terletak di daerah pemukiman yang memiliki tebing-tebing terjal tinggi saat wisatawan menyusuri jalanan ke hotel. Hotel ini memiliki sejarah panjang terkait penghuni bukit Tuff masa lalu. Pasalnya, Yunak Elveri sudah ada sejak abad kelima dan keenam nasehi, dan saat ini sudah dimodernisasi menjadi hotel modern dengan 27 kamar serta enam suite room.
Bahkan, ruang resepsionis dan ruangan untuk sarapan pun tetap dipertahankan dalam gaya baheula Yunani kuno yang sudah dibangun pada abad ke-19. Seluruh suite dalam hotel ini didesain sarat budaya khas Turki, mulai lantai parket, karpet kilim bergaya Anatolian, ranjang dari masa Ottoman, sampai taplak meja bordiran tangan.
Bila sempat bermalam di sini, jangan terkejut saat mengetahui tidak disediakan televisi dalam kamar-kamarnya. Alasannya, hal itu untuk memberikan pengalaman yang orisinal seperti berada di dalam rumah penduduk asli. Namun, sebagai penggantinya mereka menyediakan alat pemutar CD dengan ragam pilihan musik jazz dan klasik.
Bila tujuan berlibur wisatawan untuk mencari ketenangan dan suasana yang sama sekali jauh berbeda dari tempat asalnya di daerah perkotaan, maka pilihan berlibur ke Cappadocia dan menginap di Yunak Elveri merupakan pilihan yang sangat tepat.