06 June 2015

Femme 2015 Hadirkan 10 Desainer Ternama

Femme 2015
Hadirkan 10 Desainer Ternama

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Geliat industri fashion di Indonesia, secara masif telah menggenjot pelaku usaha yang bergerak di bidang sandang. Seiring, event terkait fashion pun gencar dilakukan. Salah satunya adalah pameran Female On The Move (Femme) 2015 yang rutin digelar setiap tahun di Makassar.
Event yang sepenuhnya didukung BNI tersebut, digelar di Four Point Sheraton Hotel, Jalan Landak Baru, Makassar, Rabu-Minggu (3-7/6). Mengusung tema Urban Culture Celebes Beauty Fashion Week 2015, pameran diikuti 300 partisipan, 256 booth, puluhan desainer, serta artis ternama ibu kota seperti Ivan Gunawan, Rudi Chandra, dan masih banyak lagi. Event tahunan yang ke-10 tersebut, dibuka secara resmi Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Ayunsri Harahap.
Femme kali ini tidak hanya memamerkan produk khusus wanita, melainkan juga produk sutra khas Sulsel. Tidak hanya itu, bagi pengguna kartu kredit BNI bisa mendapatkan cash back Rp 100 dengan transaksi minimal Rp 1 juta.
“Femme tahun ini, kami mengemasnya dalam konsep yang sangat berbeda. Kali ini, kami memperkenalkan dan mengembangkan karya tenun sutra Sengkang, sebagai salah satu ikon tradisional value Sulsel,” ungkap Direktur 3 Production dan Femme, Icha Az Lili, saat menggelar jumpa pers di Four Points Sheraton Hotel, Kamis (28/5).
Ditambahkan, tidak hanya memamerkan tenun sutra, kali ini pihaknya juga mengadakan pemilihan Duta Sutra, serta hijab class by Yulia Rahman. “Selain memamerkan sutra, kami juga mengadakan pemilihan Duta Sutra, dengan persyaratan usia 16-28 tahun dan memakai sutra produksi Sulsel yang dapat dimodifikasi. Pemenangnya, nantinya akan menjadi wakil dari Dinas Pariwisata, memperkenalkan budaya Sulsel dan kain sutra di Indonesia,” jelas Icha.
Mengenai target pengunjungnya, Femme optimis dapat mendatangkan setidaknya 700 pengunjung setiap hari. “Melihat kesuksesan di tahun sebelumnya, pengunjung yang datang setiap harinya pada Femme 2014 adalah 600 per hari. Tahun ini, kami optimis pengunjung yang datang bisa mencapai 700 pengunjung setiap harinya,” tandas Icha.

Kemegahan Masa Lalu di Cappadocia

Kemegahan Masa Lalu di Cappadocia

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Konon, peradaban umat manusia yang pertama bermula di Cappadocia, Turki. Mereka dulu dikenal sebagai suku Hittie yang hidup sejak abad pertama masehi, dan merupakan suku yang terbilang cerdas. Bayangkan saja, pada zamannya suku ini sudah mampu memiliki peradaban yang cukup maju. Dengan keunikan sifat perbukitan Tuff yang ada, mereka membuat lubang-lubang dalam bukit ini dan menjadikannya sebagai rumah.
Salah satu situs peninggalan yang spektakuler dan juga dilindungi Unesco adalah Kaymakli. Kaymakli merupakan salah satu kota bawah tanah tertua dan terbesar yang ada di dunia. Bisa dibayangkan, betapa pintarnya bangsa ini lantaran hanya menggunakan rangkaian alat sederhana pada masa tersebut, mampu membuat sebuah kota bawah tanah yang menyerupai labirin dengan kedalaman sekitar seratus meter ke bawah.
Tak hanya itu, dalam labirin bawah tanah itu pun mereka membangun berbagai ruangan untuk dijadikan dapur, ruang makan bersama, dan kandang bagi hewan peliharaan, bahkan sampai sistem perlindungan yang sulit ditembus lawan.
Tujuan wisata lainnya di salah satu kota di Turki ini adalah Guvercin Vadisi atau yang populer dikenal dengan sebutan “Lembah Burung Dara”. Begitu mengagumkan melihat lanskap alam yang terbentuk alamiah di sini.
Pasalnya, keindahan lembah ini begitu mempesona karena struktur bukit itu sendiri yang terbentuk alami akibat terpaan angin selama beratus tahun lamanya. Nama Guvercin Vadisi diperoleh dari kebiasaan suku Hittie yang gemar membuat lubang-lubang kecil dipermukaan sarang untuk burung dara piaraan mereka.

Hotel dalam Gua

Jangan lewatkan menikmati malam di hotel dalam gua, Yunak Elveri, yang terletak di daerah pemukiman yang memiliki tebing-tebing terjal tinggi saat wisatawan menyusuri jalanan ke hotel. Hotel ini memiliki sejarah panjang terkait penghuni bukit Tuff masa lalu. Pasalnya, Yunak Elveri sudah ada sejak abad kelima dan keenam nasehi, dan saat ini sudah dimodernisasi menjadi hotel modern dengan 27 kamar serta enam suite room.
Bahkan, ruang resepsionis dan ruangan untuk sarapan pun tetap dipertahankan dalam gaya baheula Yunani kuno yang sudah dibangun pada abad ke-19. Seluruh suite dalam hotel ini didesain sarat budaya khas Turki, mulai lantai parket, karpet kilim bergaya Anatolian, ranjang dari masa Ottoman, sampai taplak meja bordiran tangan.
Bila sempat bermalam di sini, jangan terkejut saat mengetahui tidak disediakan televisi dalam kamar-kamarnya. Alasannya, hal itu untuk memberikan pengalaman yang orisinal seperti berada di dalam rumah penduduk asli. Namun, sebagai penggantinya mereka menyediakan alat pemutar CD dengan ragam pilihan musik jazz dan klasik.
Bila tujuan berlibur wisatawan untuk mencari ketenangan dan suasana yang sama sekali jauh berbeda dari tempat asalnya di daerah perkotaan, maka pilihan berlibur ke Cappadocia dan menginap di Yunak Elveri merupakan pilihan yang sangat tepat.