11 May 2015

Valencia

Valencia
Kota “Mediterania” yang Berseni

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Lama berada di bawah bayang-bayang Madrid dan Barcelona yang memang lebih “trendi” dan populer, Valencia yang terus berbenah dan bersolek kini telah menjelma kota tujuan wisata yang tak kalah mempesona.
Kota kelahiran kuliner “Paella” atau “nasi goreng” tradisional Spanyol ini, adalah rumah dari banyak benda seni bersejarah dari berabad-abad lalu, serta bangunan berarsitektur modern dan fantastis di abad Mediterania. Di mata kebanyakan wisatawan, Valencia seperti benda antik tak ternilai yang berlindung dalam kotak kacanya yang mewah.
Eksplorasi wisata di kota ini dimulai dari “Estacio del Nord” atau The North Station. Stasiun kereta utama yang megah dan artistik ini dibangun pada awal abad ke-20. Namun, stasiun itu terlihat seperti tak lekang dimakan waktu. Eksterior bangunannya dicat dominan warna kuning cerah, dengan warna hijau merah dan coklat di sana sini. Bagian interior stasiun ini juga tak kalah cantik, dengan dinding dan langit-langit yang dihiasi keramik serta mosaik dari marmer dan kayu berwarna cerah.
Keluar dari stasiun, traveler boleh berjalan menyusuri “Avenida Marques de Sotelo” menuju pusat kota. Lima menit dibutuhkan waktu jika berjalan kaki, maka traveler akan tiba di alun-alun “Plaza del Ayuntamiento” yang dipercantik sebuah kolam air mancur yang menjadi landmark populer Valencia.
Alun-alun ini dikelilingi beberapa bangunan megah dari abad ke-19 dan awal abad ke-20 bergaya neo-baroque. Yang paling mudah dikenali adalah gedung balai kota, yang dalam bahasa Spanyol-nya adalah “Ayuntamiento”. Di seberang gedung balai kota ini, terdapat gedung kantor pos utama atau El Palacio de Comunicaciones.
Daya tarik kantor yang selesai dibangun pada 1922 oleh arsitek Miguel Angel Navarro ini adalah lobi utama dengan langit-langitnya yang berbentuk kubah kaca dengan hiasan kaca patri warna-warni.
Di sekitar alun-alun ini juga bertebaran objek wisata lain, seperti gereja katedral dan aneka museum, yang rasanya tidak cukup dieksplorasi dalam sehari. Di arah timur laut alun-alun, terdapat Mercado Central atau Central Market, salah satu pasar indoor terbesar dan tertua di Eropa yang dibangun pada 1928.
Mercado Central sendiri terpilih sebagai objek wisata shopping di Valencia yang paling direkomendasikan situs travel populer Trip Advisor. Tempat ini masih menjadi favorit masyarakat lokal untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Kebanyakan warga membeli bahan-bahan segar seperti buah-buahan dan daging mentah. Sementara, turis lebih senang mengisi bangku-bangku di sana untuk mencicipi berbagai makanan lokal, mulai seafood segar yang disajikan mini dalam bentuk tapas, seporsi Paella hangat, sampai lembaran Pata Negra atau Jamon Iberico yang disajikan di atas potongan roti Baguette.
Uniknya, pasar yang memiliki ratusan gerai dengan jualan sangat bervariasi dan beraroma ini justru terasa terlalu bersih, rapi, dan “beradab”. Sungguh jauh dari bayangan tentang pasar tradisional yang umumnya berisik dan becek.
Memang, seluruh penjuru Kota Valencia pun tertata apik dan bersih. Wilayah pusat kotanya merupakan jalinan jalan sempit yang karismatik, khas kota-kota pesisir Mediterania. Pada banyak bangunan tersebut, masih jelas terlihat pengaruh dari suku bangsa sebelumnya yang pernah hadir di kota ini.
Misalnya, Katedral Valencia atau La Seu Valencia, yang dibangun abad ke-13 dan memiliki ciri khas berupa tiga gerbang dengan gaya arsitektur berbeda. Gerbang utama bernama “Puerto de Hierros”, memiliki gaya baroque, lalu gerbang “Puerto de los Apostoles” memiliki gaya gotik, dan gerbang tertuanya yang bernama “Puerto de Palau”, memiliki gaya Romawi.
Selain itu, fasad rumah penduduk dan bangunan di kiri-kanan jalan banyak yang masih memiliki gaya Moor, yang pernah berjaya pada periode Kerajaan Andalusia. Ini mengingatkan pada kehadiran Islam di kota yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, selama tujuh abad lamanya.
Yang tak kalah berkesan adalah “Museo Nacional de Ceramica Gonzalez Marti”, museum keramik yang terdapat di “Palacio de Marques de Dos Aguas”, sebuah istana kecil dari abad ke-15 yang mengkombinasikan elemen neo-klasik, dan sedikit sentuhan oriental dalam desainnya.
Detail-detail ornamennya yang kaya menjadi testamen atau peninggalan bersejarah bagi bangsa Spanyol yang jiwa artistiknya begitu tinggi. Dengan pintu masuk bergaya baroque memukau, museum ini menyimpan koleksi keramik bergaya Valencia dari berbagai aliran, seperti kerajinan tembikar Celto-Iberia dan lukisan-lukisan surealistis karya Pablo Picasso.

Kota Modern yang Futuristik

Meski sarat peninggalan sejarah yang sudah berusia beberapa abad lamanya, Valencia juga ingin tetap relevan dengan modernitas. Pemerintah kota tidak ragu merangkul warga untuk mengaplikasikan bangunan modern di sudut-sudut kota. Namun, menukarkan ornamen-ornamen rumit dengan dinding-dinding kaca minimalis tidak membuat Valencia kekurangan nilai artistiknya.
Upaya mengeksplorasi sisi modern Valencia, dapat ditemukan traveler mulai dari jembatan yang melintang di atas “El Jardin del Turia”. Taman terbesar di Valencia ini adalah jalur hijau yang tadinya berupa sungai kering sepanjang 11 kilometer, yang membelah kota dari sisi utara ke arah barat daya. Di sekitarnya, terdapat hamparan pohon jeruk, playground, kolam air mancur, dan beberapa lapangan sepak bola.
Di ujung barat daya Taman Turia, terdapat megakompleks budaya dan ilmiah bernama “Ciudad de las Artes y las Ciencias”. Ibaratnya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, kompleks yang luas dan supermodern ini terdiri dari dua jembatan besar dan beberapa anjungan berupa bangunan futuristik, spektakuler, dan sedikit “ajaib” hasil karya Santiago Calatrava dan Felix Candela, arsitek lokal Valencia dengan reputasi internasional.