01 May 2015

Sektor Konsumsi Pengaruhi Penguatan Ekonomi Sulsel Triwulan I

Sektor Konsumsi
Pengaruhi Penguatan Ekonomi Sulsel Triwulan I

BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Dari hasil beberapa survei yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, serta perkembangan beberapa data indikator makro daerah terakhir, mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I 2015 masih tetap kuat.
Kendati demikian, pertumbuhan triwulan I masih lebih rendah dari triwulan sebelumnya. Akan tetapi, kondisi tersebut masih wajar sesuai pola historisnya. Seperti yang disampaikan Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana, media komponen yang paling berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi adalah sektor konsumsi.
 “Walaupun tidak sekuat triwulan sebelumnya, yang dipengaruhi faktor siklus musiman yang pasti terjadi setiap tahunnya, namun pertumbuhan ekonomi di Sulsel tetap kuat, yang didorong sektor konsumsi,” bebernya, saat menyampaikan laporan rutin BI di Lt 3 Kantor Perwakilan BI Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (31/3/2015).
Survei konsumen (SK) menunjukkan indeks keyakinan konsumen (IKK) triwulan I 2015 masih berada dalam level optimis, meskipun sedikit menurun dibandingkan triwulan IV 2014. Kendati demikian, pergerakan IKK selama triwulan I 2015 terjadi peningkatan. IKK pada Maret 2015 tercatat sebesar 122,58 persen, meningkat dari Februari 2015 sebesar 117,67 persen.
Peningkatan optimistis tersebut ditopang penguatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dalam aspek penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan ketetapan waktu pembelian barang tahan lama.
Sejalan hasil SK, survei penjualan eceran (SPE) menunjukkan adanya pertumbuhan secara bulanan yaitu 2,56 persen (month to month) maupun tahunan sebesar 4,10 persen (year on year).
Secara bulanan, peningkatan indeks penjualan riil (IPR) terlihat pada kelompok suku cadang dan aksesoris sebesar 8,67 persen, barang budaya dan rekreasi (mainan anak dan alat olahraga) sebesar 5,3 persen, dan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya (bahan konstruksi, semen, dan pasir) yang masing-masing tumbuh sebesar 4,8 persen.
Peningkatan konsumsi masyarakat di Sulsel juga terlihat dari pertumbuhan kredit konsumsi, yakni sebesar 7,81 persen (year on year) atau meningkat dari Rp 34,58 triliun pada Februari 2014 menjadi Rp 37,27 triliun pada Februari 2015, dengan pangsa terhadap total kredit sebesar 41,98 persen.