09 May 2015

Laba Bersih Divisi Otomotif Astra Melandai

Permintaan Melemah di Kuartal Pertama 2015
Laba Bersih Divisi Otomotif Astra Melandai

BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Laba bersih divisi otomotif Astra Group mengalami penurunan sebesar 21 persen menjadi Rp 1,6 triliun. Secara keseluruhan, lemahnya permintaan selama kuartal pertama disebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi dan sedikitnya jumlah produk baru yang diluncurkan.
“Selain itu, persaingan diskon di pasar mobil yang dipicu kelebihan kapasitas produksi pabrik, berdampak negatif terhadap laba bersih bisnis ini. Bisnis komponen otomotif juga memberikan kontribusi yang rendah karena depresiasi rupiah terhadap dolar AS,” terang Presiden Direktur PT Astra International, Prijono Sugiarto, dalam laporan keuangan kuartal pertama 2015 Astra Group yang dirilis Senin (27/4) kepada sejumlah media Tanah Air.
Penjualan mobil secara nasional menurun sebesar 14 persen menjadi 282 ribu unit. Penjualan mobil Astra mengalami penurunan 21 persen menjadi 137 ribu unit, sehingga mengakibatkan penurunan pangsa pasar menjadi 49 persen dari 53 persen pada kuartal pertama 2014.
Sepanjang kuartal pertama 2015, Astra telah mengeluarkan enam model baru dan empat model facelift. “Penjualan sepeda motor nasional mengalami penurunan sebesar 19 persen menjadi 1,6 juta unit,” beber Prijono.
Sementara itu, penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) turun sebesar 13 persen menjadi 1,1 juta unit, dengan pangsa pasar sepeda motor Honda meningkat menjadi 68 persen. Selama kuartal pertama 2015, AHM meluncurkan dua model baru.
Adapun grup manufaktur komponen otomotif, PT Astra Otoparts (AOP), mengalami penurunan laba bersih 67 persen menjadi Rp 87 miliar lantaran volume dan margin manufaktur yang lebih rendah.