01 May 2015

Kadin Implementasi MP3EI

Kadin Implementasi MP3EI

BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyebut jika saat ini tengah mendorong pemodal untuk melakukan investasi, baik swasta nasional maupun asing untuk menggantikan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam mempercepat pembangunan di kawasan timur Indonesia (KTI).
Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia, Nasaruddin, dalam rapat kerja nasional (Rakornas) tahun ini, menjelaskan, pihaknya akan fokus pada empat sektor, di antaranya energi, infrastruktur, pertanian, dan perikanan.
“Tahun ini, kami akan fokus pada empat sektor tersebut karena konsepnya adalah ketahanan pangan, sektor lain seperti pertambangan akan menyusul ke depannya,” ungkapnya, usai melakukan pertemuan bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (1/4/2015).
Dijelaskan, pihaknya akan lebih konsentrasi mengimplementasikan rencana-rencana yang sebelumnya telah diwacanakan dengan baik dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Ketahanan energi inilah yang juga kami siapkan di KTI,” imbuhnya.
Nasaruddin menambahkan, dalam percepatan pembangunan tersebut, pihaknya juga berencana segera menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pada setiap provinsi yang berada di KTI. “Kami juga sudah temui pemerintah pusat dan kementerian terkait. Komitmen pembangunan KTI sudah disepakati,” terangnya.
Menurutnya, Rakornas Kadin sendiri akan dilangsungkan di Kemayoran, Jakarta, melibatkan 12 provinsi di KTI pada 13-14 Mei mendatang. “Kami juga minta mereka untuk menyiapkan peta potensi wilayah masing-masing untuk ditawarkan kepada investor,” bebernya.
Sementara itu, Gubenur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menyambut baik rencana tesebut. Menurutnya, untuk potensi energi, Sulsel memiliki potensi ekonomi yang paling baik. “Energi Sulsel yang paling bagus di Indonesia. Kami sekarang menuju 2.000 megawatt. Sekarang, kami sudah menyediakan 1.300 megawatt,” urainya.
Syahrul yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Indonesia (APPSI), berharap ada penyamaan visi antarprovinsi di KTI untuk program pembangunan. “Konsepsi memperkuat konektivitas dan pangan di KTI inilah yang perlu disusun,” pesannya.