01 May 2015

IHK Topang Inflasi Sulsel 0,50 Persen

IHK Topang Inflasi Sulsel 0,50 Persen


INFLASI - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam (tengah), dalam siaran pers di Kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Rabu (1/4/2015). Menurut data Badan Pusat Statistik, pada Maret 2015, Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,50 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 116,95 yang pada Februari 116,37, dengan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (Maret 2015 terhadap Maret 2014) masing-masing sebesar 0,05 persen dan 7,13 persen. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W

BLOGKATAHATIKU - Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, pada Maret 2015, Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,50 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 116,95 yang pada Februari sebesar 116,37, dengan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (Maret 2015 terhadap Maret 2014) masing-masing sebesar 0,05 persen dan 7,13 persen.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,74 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,79 persen; kelompok sandang 0,23 persen; kelompok kesehatan 0,74 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,99 persen, namun terjadi deflasi pada kelompok bahan makanan sebesar -0,19 persen.
Seperti yang diungkap Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, dalam siaran pers di Kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Rabu (1/4/2015), inflasi terjadi karena beberapa komoditi mengalami kenaikan harga pada Maret 2015.
“Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga pada Maret, yakni beras, bensin, bahan bakar rumah tangga, mobil, tukang bukan mandor, ikan bandeng, bawang merah, kayu balokan, sup, minyak goreng, donat, cumi-cumi, daging sapi, pemeliharaan/service dan baju kaus berkerah,” paparnya.
Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni daging ayam ras, cabai rawit, angkutan dalam kota, telur ayam ras, tomat sayur, tomat buah, emas perhiasan, kacang panjang, udang basah, dan ikan teri. “Komoditas tersebutlah yang menjadi pengendali sehingga inflasi tidak lebih dari 0,50 persen,” tambah Nursam.
Adapun data inflasi tersebut diperoleh dari lima kabupaten/kota, yakni Makassar, Parepare, Palopo, Bone, dan Bulukumba dengan inflasi tertinggi di Bone sebesar 0,83 persen yang melampaui inflasi sulsel 0,50 persen. Sementara, kabupaten yang mengalami deflasi adalah Parepare sebesar -1,01 persen.
Kelompok komoditas yang memberikan andil inflasi Maret 2015, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,1219 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,1846 persen; kelompok sandang 0,0178 persen; kelompok kesehatan 0,0313 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0054 persen; serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,1825 persen, sementara kelompok yang memberikan andil deflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,0434 persen.