09 May 2015

DPLK Bank BJB Sumringah

DPLK Bank BJB Sumringah
Imbal Hasil Capai 15,43 Persen

BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) sumringah. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, bank yang berkantor pusat di Bandung tersebut menorehkan imbal hasil atau return on investment (ROL) yang terbilang lumayan.
Group Head DPLK BJB, Wahyu Rudiyat, saat ditemui belum lama ini, menuturkan, imbal hasil yang diperoleh selama tiga bulan pertama tahun ini sebesar 15,43 persen. Prestasi DPLK BJB lebih tinggi ketimbang pencapaian DPLK lainnya.
Misalnya, DPLK Bank Negara Indonesia (BNI) hanya mampu meraup imbal hasil 10,34 persen. Begitu pula, imbal hasil Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan malah hanya 8,3 persen.
Hampir seluruh portofolio investasi dana kelolaan DPLK BJB yang mencapai 97 persen, diparkir pada instrumen deposito berjangka. Sementara, sisanya yang tiga persen ditempatkan di reksadana pendapatan tetap. “Mayoritas masih di deposito berjangka,” bebernya.
Pada kuartal pertama tahun ini, DPLK BJB berhasil menghimpun dana kelolaan sebesar Rp 163 miliar. Jika dibandingkan posisi akhir Desember 2014, ada penambahan dana kelolaan sebesar 10,14 persen. Akhir 2014 lalu, total dana kelolaan yang berhasil dikumpulkan DPLK BJB tembus Rp 148 miliar.
Sepanjang 2015, DPLK BJB memasang target dana kelolaan sebesar Rp 217 miliar. Artinya, dalam setahun, dana kelolaan DPLK BJB bakal melesat 47,58 persen. Wahyu optimistis sanggup mencapai target itu.
Pasalnya, perolehan tahun lalu, DPLK BJB hanya menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 130 miliar, namun realisasi dana kelolaan DPLK BJB mencapai 111,91 persen. “Meski ada BPJS Ketenagakerjaan, kami yakin masih bisa tumbuh,” ujarnya.
Seperti diketahui, mulai 1 Juli mendatang, semua pekerja wajib menjadi peserta program jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan. Besaran iuran program ini delapan persen, dengan perincian lima persen menjadi tanggungan pemberi kerja dan tiga persen pekerja. Beberapa pelaku dana pensiun khawatir keberadaan BPJS akan menggusur bisnis DPLK swasta. Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan jumlah DPLK akan menyusut jika iuran Jaminan Pensiun BPJS tetap sebesar delapan persen.
Menurut Wahyu, DPLK BJB banyak bermain di sektor ritel ketimbang korporat. Sehingga, kemungkinan besar tak terlalu berdampak. Hingga akhir bulan lalu, DPLK BJB memiliki 36.811 peserta.