06 May 2015

Bukit Pergasingan

Bukit Pergasingan

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Lombok bukan hanya pantai, pasalnya pulau kecil itu dikaruniai keindahan alam yang mempesona. Di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), bukit-bukit dan pegunungan menjulang adalah pesona “magis” yang menyihir wisatawan. Sembalun adalah kecamatan di lembah dataran tinggi Rinjani, gunung api tertinggi kedua di Indonesia.
Jarak dari Kota Mataram, ibu kota NTB, berkisar 90 kilometer atau kurang dua jam perjalanan mobil ke arah timur laut. Sembalun juga menjadi salah satu dari dua “gerbang” pendakian ke gunung setinggi 3.726 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut. Gerbang lainnya adalah melalui Senaru di Kabupaten Lombok Utara.
Menariknya, Sembalun bukan hanya Rinjani. Wilayah subur ini juga membentang rangkaian gunung dan bukit yang menawarkan pemandangan tak kalah spektakuler, Bukit Pergasingan. Bukit setinggi 1.620 mdpl itu berada di sisi utara Desa Sembalun, satu dari lima desa di Kecamatan Sembalun. Lembah Sembalun sendiri berketinggian sekitar 1.100 mdpl dan berhawa udara sejuk.
Pergasingan merupakan salah satu destinasi favorit bagi pecinta wisata trekking dan jelajah alam kelas pemula atau umum. Bagi pendaki gunung, Pergasingan bisa jadi tempat latihan atau uji coba sebelum mendaki Rinjani. Bagi pendaki yang ingin menjajal Pergasingan, tentu tidak asing dengan Lembah Rinjani Villa lantaran vila ini merupakan salah satu dari 10 penginapan yang paling populer di sana.
Idealnya, pendaki dapat melakukan “soft trekking” sebelum sinar matahari menaburi puncak Rinjani dengan kilau keemasan. Meskipun berkategori soft trekking, sesungguhnya mendaki Pergasingan tidaklah “soft” bagi orang awam yang tak terbiasa memanjat gunung. Pasalnya, bukit-bukit di sini menyajikan tantangan jalur ekstrem dengan kemiringan lereng berkisar 45 derajat-75 derajat.
Bagi yang hendak mencobanya, sebaiknya menyiapkan kondisi fisik yang mumpuni. Jangan lupa pula membawa bekal makanan dan minuman yang cukup. Kekuatan napas dan kaki akan ditempa ujian yang tak ringan. Di kaki bukit, langkah awal menuju puncak diantar 106 anak tangga berlapis semen. Setelah itu, dilanjutkan melewati jalur setapak lurus yang menyusuri kemiringan lereng bukit.
Hampir seluruh Sembalun bisa terlihat dari ketinggian Pergasingan. Permukiman penduduk, serta petak sawah dan kebun terhampar jelas saat menengok ke bawah. Warga Sembalun tak hanya menanam padi, melainkan juga beragam sayur dan buah-buahan sehingga dari ketinggian petak-petak itu terlihat semarak dengan warna yang didominasi hijau.
Makin tinggi naik, makin cantik pula pemandangannya. Ada banyak titik perhentian untuk sekadar menarik napas dan memandang puas panorama alam itu. Boleh juga sekali-dua ber-selfie untuk kenang-kenangan. Bagi kebanyakan wisatawan, rasa penasaran untuk mencapai puncak membuat pegal dan sengal sedikit terlupakan. Waktu tempuh berjalan mendaki hingga ke puncak Pergasingan biasanya sekitar tiga jam.
Bagian puncak yang merupakan dataran landai ini adalah lokasi kemping bagi pendaki. Kebanyakan orang yang mendaki Pergasingan berangkat pada sore atau malam hari, lantas mendirikan tenda di lokasi tersebut. Mereka sengaja bermalam untuk melihat konstelasi bintang galaksi Bima Sakti di langit dan pemandangan matahari terbit di pagi hari sebelum turun bukit.
Pemandangan di atas Pergasingan memang menawan. Perjuangan berat saat mendaki terbayar lunas dengan keindahan alam yang disajikan. Jauh di bawah adalah Sembalun dengan latar belakang Rinjani dan bukit-bukit yang memagarinya.

Bukit Berselubung Awan

Hawa dingin pegunungan yang dibawa semilir angin biasanya membantu meluluhkan lelah pendaki yang sudah berada di puncak Pergasingan. Kumpulan awan rendah dan kabut yang menyelubung bukit menemani kehadiran mereka di tanah sepi itu. Sesekali, titik air awan jatuh memerciki kepala pendaki. Di seberang, awan tebal juga terlihat menutupi puncak Rinjani di kejauhan.
Bukit yang didaki traveler dinamakan Pergasingan lantaran dulunya merupakan tempat para raja dan bangsawan dari berbagai penjuru Pulau Lombok yang menggelar permainan gasing. Namun, penjelasan kenapa puncak bukit itu yang dipilih sebagai lokasi permainan gasing masih menjadi misteri.
Pengurus Sembalun Community Development Centre (SCDC), Hamka, yang kerap menjadi “guide” bagi pendaki, baik wisatawan maupun pelancong, menjelaskan, kegiatan “trekking” ke Pergasingan mulai dikelola sebagai paket wisata sejak pertengahan 2014.
“Selain Pergasingan, sejumlah bukit lain di wilayah Sembalun juga bisa menjadi tujuan wisata trekking, seperti Anak Dara, Telaga, Kanji, Dandaun, dan Propok,” urainya, sembari mengawal satu perjalanan bersama sekelompok turis dari Australia.
Menurutnya, selain wisatawan domestik yang biasanya mahasiswa maupun pelajar sekolah menengah atas, Pergasingan juga kerap dikunjungi turis asing. Waktu terbaik untuk menjelajahi Pergasingan adalah selama April-Juli atau musim kemarau.
Sementara itu, Kepala Desa Sembalun, Diralam, yang juga salah satu tokoh perintis pariwisata, berharap suatu saat nanti ada jembatan gantung yang menghubungkan puncak bukit-bukit di Sembalun seperti di Kinibalu, Malaysia.